Penyaluran Dana Kartu Pintar akan Melalui Kementerian Sosial

  • Bagikan
Peluncuran Kartu Indonesia Pintar. (Foto: liputan6.com)
JAKARTA, Teraslampung.com – Karena termasuk bantuan
sosial, mulai tahun ini penyaluran bantuan kepada siswa miskin tidak lagi
dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), tetapi melalui Kementerian Sosial.  Hal itu sesuai
dengan instruksi Presiden Joko Widodo, beberapa hari
lalu.
Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, dana Kartu
Indonesia Pintar (KIP) dari Kementerian Keuangan sudah masuk ke Kemensos.
“Saya
sudah terima laporan Senin lalu bahwa dananya sudah masuk ke Kemensos,” katanya
di Kemdikbud, Jakarta, Jumat (7/11/2014). 
Menurut
Mendikbud, meskipun sumber dana bantuan sosial dari masing-masing kementerian,
tetapi eksekusinya di Kemensos. Pihaknya, kata dia, hanya menyuplai data saja.
Mendikbud
mengatakan, salah satu bantuan sosial (bansos) yang bersumber dari
Kemendikbud
adalah KIP. Dalam pengelolaanya, kata dia, dana untuk KIP ini dialokasikan
langsung oleh Kementerian Keuangan dengan mengambil pos-pos yang terkait.
“Saat
ini pos yang tersedia adalah bantuan siswa miskin (BSM),” katanya. 
Anies
Baswedan mengatakan, berdasarkan data
Kemendikbud jumlah penerima bansos yang ada saat ini sebanyak 12,8 juta orang,
sedangkan proyeksi data penerima KIP sebanyak 18 juta orang.
“Data
tersebut merupakan gabungan antara data Kemendikbud dengan data yang dimiliki
kementerian lain,” katanya. 
Mendikbud menegaskan, KIP akan menjangkau masyarakat prasejahtera
baik yang berada di sekolah maupun yang di luar sekolah. Anak
yang berada di luar sekolah ini seperti anak jalanan, anak yatim yang berada di
yayasan yatim piatu, maupun anak-anak yang berada di sekolah yang tidak
tercatat di kementerian. 
Anies memperkirakan pada masa mendatang data
calon penerima bansos ini akan semakin bertambah. Penambahan tersebut  disebabkan makin lengkapnya
data.
“Untuk mengakomodir kebutuhan data yang
valid, pemerintah akan membangun basis data komprehensif. Jika datanya lengkap,
melayani masyarakatnya jadi lebih enak,” katanya.

  • Bagikan