Beranda News Bandarlampung Penyapu Jalan, Pejuang Kebersihan di Kota Bandarlampung

Penyapu Jalan, Pejuang Kebersihan di Kota Bandarlampung

204
BERBAGI
Muhammad Rison, petugas penyapu jalan di Jl. Pangeran Diponegoro Bandarlampung.
Muhammad Rison, petugas penyapu jalan di Jl. Pangeran Diponegoro Bandarlampung.

Dandy Ibrahim|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kebersihan jalan utama di Kota Bandarlampung tidak bisa lepas dari peran para pejuang kebersihan kota, yaitu para penyapu jalan. Sejak pukul 7.30 WIB mereka sudah berada di jalan – jalan utama di Bandarlampung, sambil membawa sapu, serokan sampah, dan gerobak penampung sampah.

Dengan pehasilan Rp.1.250 ribu plus insentif 500 ribu per bulan, mereka bekerja sesuai jadwal. Pertama mulai pukul 7.30 WIB hingga 15.00 WIB. Sedangkan kedua pada pukul 15.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Muhamad Rison, penyapu jalan yang bertugas di Jalan Diponegoro, saat ditemui Teras Lampung menjelaskan tugasnya membersihakan di Jalan Diponegoro dari Kelurahan Gotong Royong hingga Tugu Pengantin di dekat Kantor Walikota-Masjid Al Furqon.

“Saya bertugas mulai jam setengah delapan sampai jam tiga. Tanggungjawab saya dari gotong – royong sampai air mancur walikota,” kata Muhammad Rison.

Sementara itu ada Parian (69), mengaku bertugas menyapu jalan di sepanjang Jalan dr. Soesilo depan Kantor Walikota Bandarlampung.

“Jalan ini kan sering dilewati para pejabat, jadi harus selalu bersih dari sampah. Belum lagi kalau malam perempatan air mancur ini banyak sekali pedagang musiman,” ujar pria bertubuh gempal yang mengaku sejak tahun 1967 bekerja sebagai tenaga honorer di lingkungan Pemkot Bandarlampung ini .

Parian seperti juga M. Rison mengaku menerima honor sebesar Rp1.250 ribu plus insetif Rp500 ribu per bulan.

Mereka mengaku penghasilan sekitar Rp.1.750 ribu perbulan bisa menghidupi keluarganya.

Parian membersihkan sampah di sekitar Jalan dr. Susilo Bandarlampung.
Parian membersihkan sampah di sekitar Jalan dr. Susilo Bandarlampung.

Dicukup – cukupin saja Pak. Saya masih bersyukur karena  tidak ngontrak rumah. Anak saya tinggal dua yang masih butuh biaya, yang 10 sudah berkeluarga,” ujar Parian.

Selain honor dan isentif, para pekerja penyapu jalan di Kota Bandarlampung juga mendapat asuransi BPJS. Mereka diikutkan asuransi karena pekerjaan mereka cukup berisiko.Jika tidak berhati-hati, mereka dilanggar oleh pengedara roda dua dan emapt. Untuk itu Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandarlampung mengasuransikan semua penyapu jalan melaui BPJS.

“BPJS saya yang ngurus orang dari Dinas Lingkungan Hidup,” kata M. Rison

Para pekerja penyapu jalan yang ditemui Teraslampung.com  mengajak semua untuk menjaga kebersihan. Mereka meminta para pengendara untuk tidak membuang sampah di jalan.

“Supaya kota ini bersih, perlu kerjasamanya. Warga juga jangan buang sampah sembarangan,” harap M. Rison.

Rison mengaku masih banyak pengendara mobil yang membuang sampah sembarangan. Misalnya, membuang sampah hanya dengan cara melempar sampah dari mobil ke luar kaca sehingga sampah berceceran di tengah jalan.

“Di Bandarlampung ini masih ada orang yang nggak malu berbuat seperti itu,” katanya.