Beranda Views Opini Penyebab Hujan Reda di Lampung

Penyebab Hujan Reda di Lampung

1178
BERBAGI
Hujan (ilustrasi)

Oleh Ramadhan Nurpambudi
Prakirawan BMKG Lampung

Beberapa hari yang lalu ada fenomena yang cukup menarik setelah hampir sepekan hujan terus menerus tiba-tiba hujan hilang begitu saja. Banyak pertanyaan yang masuk ke kami, kenapa hujan tiba-tiba berhenti ? Ada fenomena apakah sekarang ini kenapa cuaca menjadi sangat panas ? Begitu pentingnya peran cuaca saat ini sehingga ada perubahan sedikit masyarakat langsung meresponnya dengan baik. Masyarakat sudah semakin menaruh perhatian lebih kepada cuaca dan iklim untuk sekarang ini terutama di wilayah Lampung.

Baik sedikit kita ulas apa yang menyebabkan hujan tiba-tiba seperti menghilang kemarin, yang pertama adalah gangguan cuaca Madden Julian Oscillation (MJO) sudah melemah. MJO sudah aktif di wilayah Indonesia sejak awal bulan November dan pada saat itu curah hujan di wilayah Lampung meningkat sangat pesat. Menurut penelitian MJO dominan hanya mempengaruhi wilayah Indonesia bagian barat, namun MJO yang kuat akan melewati wilayah Indonesia secara keseluruhan hingga ke Samuder Pasifik.a

Dengan melemahnya MJO distribusi curah hujan praktis akan berkurang karena MJO sendiri merupakan sel-sel awan hujan yang skalanya besar dan terus menerus tumbuh karena adanya dukungan pasokan uap air yang melimpah dan juga kelembaban udara yang basah.

Pergerakan MJO menuju kea rah timur dan ketika melewati wilayah Indonesia kebanyakan MJO ini akan terpecah menjadi 2 bagian yaitu ke utara dan selatan wilayah Indonesia. MJO terganggu dengan adanya daratan ketika melintasi wilayah Indonesia, sehingga pembentukan awan-awan hujannya pun akan terganggu. Inilah yang membuat MJO dominan hanya berdampak pada wilayah Indonesia bagian barat salah satunya Lampung.

Hasil pantauan BMKG saat ini MJO menuju ke fase netral yang artinya MJO melemah dan punah ketika melintasi wilayah Indonesia. Lantas adakah faktor lainnya yang membuat hujan seakan menghilang ? Masih ada yaitu gangguan cuaca skala regional yang dalam istilah BMKG sering disebut dengan adanya wilayah “Netral”.

Area netral ini berada diantara dua daerah tekanan rendah yang ketika itu berada di wilayah Utara dan Selatan Pulau Sumatera. Diantara keduanya akan terbentuk area netral dimana wilayah yang berada di wilayah tersebut akan berkondisi cuaca cerah dan angin tenang. Nah beberapa hari kemarin Lampung berada di area netral ini, itulah mengapa wilayah Lampung dominan cerah sepanjang hari.

Prediksi kedepannya MJO kembali terbentuk di wilayah perairan Samudera Pasifik yang membuat banyak terjadi hujan di wilayah tersebut dan sebaliknya wilayah Indonesia sepeninggal MJO akan mengalami defisit curah hujan. Namun memasuki bulan Desember nanti prediksinya hujan akan lebih merata turun di wilayah Lampung dan dalam waktu yang rapat. Ketika gangguan cuaca MJO mereda maka gangguan cuaca akan diambil alih kembali oleh skala regional dimana konvergensi ataupun belokan angin akan mempengaruhi pembentukan awan-awan hujan di wilayah Lampung.

Jika skala regional tidak berdampak signifikan maka pembentukan awan hujan akan diambil alih oleh gangguan cuaca skala lokal dimana awan-awan yang terbentuk skalnya kecil dan dampak yang dihasilkan juga kecil tidak merata untuk seluruh wilayah Lampung.

BMKG kembali  mengajak masyarakat sebelum tiba puncak musim hujan ada baiknya kita sudah mempersiapkan diri untuk siap berada di puncak musim hujan. Perhatikan kondisi sekitar apakah ada yang harus dibenahi, adakah sesuatu yang harus dibuat untuk mencegah terjadinya banjir, apakah masyarakat sudah siap jika banjir melanda ?

Ini semua perlu menjadi perhatian masyarakat dan tentunya kami di BMKG. Pesan kami tetap waspada cuaca dan juga peduli iklim, BMKG siap melayani masyarakat Lampung selama 24 jam setiap harinya.***

Loading...