Beranda Hukum Kriminal Penyelundupan 2,3 Ton Daging Celeng Lewat Pelabuhan Bakauheni Digagalkan Tim Gabungan

Penyelundupan 2,3 Ton Daging Celeng Lewat Pelabuhan Bakauheni Digagalkan Tim Gabungan

95
BERBAGI
Tim gabungan KSKP Bakauheni dan Satgas Pangan Polres Lampung Selatan saat mengamankan 2,3 ton daging celeng di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. (Ilustrasi)

Zainal Asikin|Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Tim gabungan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni bersama Satgas Pangan Polres Lampung Selatan, menggagalkan penyelundupan 2,3 ton daging celeng (babi hutan). Daging celeng tersebut, disita dari kendaraan truk colt diesel BE 9551 GO di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, Kamis (11/5/2017) sekitar pukul 19.30 WIB.

Petugas, mengamankan dua orang pelaku yang membawa daging celeng tersebut. Keduanya adalah, sopir Iwan (25), warga Desa Pulung Kencana, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Barat dan Ali Mustofa (28), warga Desa Rejo Asri, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lampung Selatan, AKP Rizal Effendi mengatakan, pengungkapan 2,3 ton daging celeng (babi hutan) tersebut, hasil giat yang dilakukan petugas KSKP Bakauheni bersama Satgas Pangan Polres Lampung Selatan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, yang dipimpin oleh Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, AKP Enrico Donald Sidauruk.

Dalam pemeriksaan tersebut, kata Rizal, petugas mencurigai salah satu kendaraan truk colt diesel dengan plat nomor kendaraan BE 6551 GO yang dikemudikan Iwan (25) dan rekannya, Mustofa (28). Saat itu juga, petugas langsung memeriksa kendaraan truk tersebut.

“Saat diperiksa, ditemukan sebanyak 25 karung besar yang di dalamnya berisi daging celeng masing-masing seberat 100 kilogram dengan berat keseluruhan 2,3 ton,”ujarnya kepada teraslampung.com, Jumat (12/5/2017).

Mantan Kasat Narkoba Polres Metro ini mengutarakan, 2,3 ton daging celeng (babi hutan) yang diangkut kendaraan truk colt diesel yang dikemudikan Iwan dan rekannya Ali Mustofa itu, tidak dilengkapi dengan dokumen resmi.

“Dari pengakuan Iwan, 2,3 ton daging celeng tersebut dibawa dari Seputih Raman, Lampung Tengah dan akan dibawa ke daerah Tangerang, Banten,”terangnya.

Saat ini barang bukti dan kedua terduga pelaku, diamankan di Mapolsek KSKP Bakauheni guna pemeriksaan dan pengembangan. Keduanya melanggar UU No. 16 Tahun 1992, Tentang Karantina Pertanian.

“Menjelang bulan suci Ramadhan, pemeriksaan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni terus dilakukan terhadap kendaraan, barang, dan orang,” katanya.