Beranda Hukum Kriminal Penyelundupan 52 Ribu Benih Lobster Mutiara Senilai Rp 3,9 Miliar Digagalkan di...

Penyelundupan 52 Ribu Benih Lobster Mutiara Senilai Rp 3,9 Miliar Digagalkan di Bandara Radin Inten II

1020
BERBAGI
Tujuh pelaku penyelundupan benih lobsters dan barang bukti ribuan benih lobster jenis mutiara saat di ruangan Ditrekrimsus Polda Lampung, Jumat (5/5/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Petugas Balai Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu,dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Lampung menggagalkan penyelundupan benih lobster mutiara sebanyak 52.884 ekor senilai Rp 3,9 miliar yang dilakukan oleh tujuh orang pelaku di Bandara Radin Intan II, Branti, Natar, Lampung Selatan, Jumat, (5/5/2017).

Ketujuh orang pelaku yang ditangkap tersebut adalah berinial MK (38), FA (47), Mi (45), AI (34), NI (21), ZA (45), dan RH (35). Mereka merupakan warga Batam, Kepulauan Riau, tiga pelaku diantaranya adalah perempuan.

Pantauan teraslampung.com pada Jumat malam (5/5/2017), tujuh pelaku masih berada di ruangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Lampung. Di ruang itu juga ada barang bukti berupa tujuh koper yang di dalamnya berisi benih lobster.

Kepala Balai Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Lampung Suardi mengatakan, petugas menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster jenis mutiara sebanyak 52.884 ekor tersebut, saat ketujuh orang yang membawa koper di dalamnya berisi benih lobster akan menaiki pesawat di Bandara Radin Intan II.

“Mereka kami tangkap saat membawa benih lobster dan akan menaiki pesawat,”ujarnya saat membawa para pelaku di Mapolda Lampung, Jumat (5/5/2017) malam.

Menurutnya, bahwa harga benih lobster tersebut, ditaksir mencapai Rp 3,9 Miliar. Kemungkinan bisa lebih, jika benih lobster tersebut di ekspor ke luar negeri.

Suardi mengutarakan, modus para pelaku untuk menyelundupkan benih lobster tersebut, mereka memasukkan ke dalam plastik dengan dibalut kain spon atau kain kasa, lalu diberi es. Setelah itu, baru dimasukkan ke dalam koper dan diatasnya ditutupi dengan pakaian.

“Untuk isi dalam satu kantong plastik, mampu menampung sebanyak 468 ekor. Barang bukti yang disita, ada sekitar 113 kantong plastik tersimpan dalam tujuh koper. Rencananya, mereka akan membawa benih lobster itu ke Batam,”ungkapnya.

Dikatakannya, mereka terbukti tidak mengantongi surat izin, hal tersebut melanggar Undang-Undang No. 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan dan Peraturan Menteri (Permen) No. 56 Tahun 2016, Tentang Kelautan dan Perikanan.

“Dalam aturan diperbolehkan membeli dan membawa benih lobster tersebut, tapi itupun hanya dibawah 200 gram. Karena perbuatannya melanggar hukum, maka kasus ini kami serahkan ke Polda Lampung,”terangnya.

Selanjutnya, kata Suardi, puluhan ribu lobster tersebut, akan dilepas liarkan kembali ke habitatnya di Pantai Canti, Lampung Selatan. Sebab benih lobster ini, hanya bertahan selama tujuh jam saja.

Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Kombes Pol Sulistyaningsih mengatakan, pihaknya menerima pelimpahan pelaku penyelundupan ribuan benih lobster dari Balai Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Lampung malam ini.

“Ya malam ini, kami telah menerima pelimpahan tujuh pelaku. Untuk proses penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut, kasusnya yang menangani petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus,”kata Sulis.

Loading...