Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Penyelundupan Sabu, Pegawai Rutan Kotabumi Ditetapkan Sebagai Tersangka

Penyelundupan Sabu, Pegawai Rutan Kotabumi Ditetapkan Sebagai Tersangka

1911
BERBAGI
Rutan Kotabumi, Lampung Utara. (Foto: Teraslampung,com/Feaby Handana)

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–‎Pegawai Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kotabumi, ‎Lampung Utara berinisial F akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Satuan Narkoba Polres dalam kasus penyelundupan sabu-sabu ke dalam Rutan beberapa waktu lalu.

“Oknum pegawai Rutan dengan inisial F sudah ditetapkan sebagai tersangka. Selain itu, hasil tes urine sementara dari F hasilnya positif,” tegas Kasat Narkoba John Kenedy kepada wartawan, Senin (6/6).

Penyematan status tersangka kepada F, menurut John, berdasarkan pengembangan yang dilakukan pihaknya. Dalam penyelidikan kasus ini, sejumlah keterangan saksi mengarah kepada F yang diduga kuat membawa masuk bungkusan plastik hitam berisikan 7 tumpukan roti. Di tumpukan roti yang paling bawahlah terdapat satu paket sabu yang memiliki berat sekitar 1 gram.

“Tersangka memang tidak tertangkap tangan tapi berdasarkan keterangan saksi-saksi mengarah kepadanya,” terangnya.

John menuturkan bakal segera melimpahkan kasus ini kepada pihak Kejaksaan jika berkas tersangka telah dinyatakan lengkap. Sementara mengenai bantahan F yang menolak anggapan keterlibatannya dalam kasus ini, perwira menengah Kepolisian ini mengatakan sah – sah saja tersangka melakukan bantahan itu.

“Biar saja dia (tersangka, red) membantah. Tapi kita bekerja berdasarkan keterangan saksi-saksi dan barang bukti yang ada,” tegas dia‎.

Pada Minggu sore (22/5), pihak Rutan Kotabumi menggagalkan upaya penyelundupan sabu sekitar 1 gram ke dalam Rutan. Penggagalan penyelundupan sabu ini berawal saat dirinya curiga melihat ada bungkusan plastik yang diberikan oleh petugasnya yang berinisial F kepada salah seorang tahanan pendamping (Tamping) yang berinisial J. Ia langsung mengejar dan mencegat Tamping yang berinisial J tersebut. Saat diperiksa, ternyata di bagian bawah tumpukan roti yang paling bawah terdapat satu paket sabu.

“Ini apa. J menjawab saya enggak tahu menahu. Yang jelas saya dipanggil, antarkan ini ke BW (blok wanita),” terang dia.

Menurut Maman, pengirim sabu ini ialah salah satu pengunjung laki – laki yang mengenakan helm dan berbaju batik. Saat itu, petugasnya sempat mempersilakan yang bersangkutan masuk ke dalam untuk diperiksa barang bawaannya. Namun, yang bersangkutan malah menolak masuk dengan alasan mau menelepon seseorang dulu. Tak lama kemudian, datanglah petugas yang berinisial F. Pengunjung itu kembali lagi ke Rutan dan barang itu diterima oleh F di teras setelah sempat diperiksa. F memanggil J untuk membawa bungkusan itu ke BW.

“Yang bawa titipan itu kembali ke Rutan lagi. Lalu, barang itu dibawa masuk dan diperiksa oleh F dan pastikan hanya berisikan roti saja. Sayangnya, dia (pengunjung) tak menyebutkan bungkusan itu untuk siapa,”‎ tuturnya.

‎Maman enggan berspekulasi apakah Tamping yang berinisial J ini terlibat dalam upaya penyelundupan sabu ke dalam Rutan. Menurutnya, bisa saja J berada di tempat dan waktu yang salah. Karena mungkin hanya J yang terlihat oleh F sehingga J yang ketiban sial membawa barang laknat itu.

“Mungkin, kala itu hanya J yang dilihat oleh F sehingga J lah yang disuruh mengantar bungkusan itu ke BW. Tugas Tamping memang bertugas menjaga kebersihan kantor Rutan,” kata dia.

Loading...