Beranda News Peristiwa Penyesalan Mendalam Ibu yang Anak Balitanya Masuk Kuali Isi Rebusan Gula

Penyesalan Mendalam Ibu yang Anak Balitanya Masuk Kuali Isi Rebusan Gula

358
BERBAGI
Ida Farida (kiri) menceritakan nahas yang dialami buah hatinya, saat ditemui Teraslampung di ruang ICU RSUAM Bandarlampung, Jumat (2/10/2018)/

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDAR LAMPUNG — Penyesalan selalu datang belakangan, jika waktu itu bisa berjalan mundur maka waktu tersebut akan diulang kembali. Hal itulah yang dirasakan oleh Ida Farida (37), ibu dari Fadilah Salma balita berusia 1,8 tahun yang sekujur tubuhnya melepuh setelah masuk ke dalam kuali besar berisi rebusan gula merah yang saat ini tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM).

“Seandainya waktu itu bisa mundur saja, saya tidak akan ceroboh sehingga buah hati saya ini nggak mengalami kejadian seperti ini,” ungkap warga RT 2 Dusun Sinar Baru, Desa Sidomekar, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan sembari menghela nafas panjang saat ditemui teraslampung.com di ruang ICU RSUAM, Jumat 12 Oktober 2018 sore.

Sebelumnya, Ibu tiga ini sempat tidak mau menceritakan ihwal yang menimpa anak ketiganya yang mengalami luka bakar sekujur tubuhnya melepuh, lantaran masuk ke dalam kuali besar berisi rebusan gula merah. Bahkan Ida Farida, sempat beberapa kali mau meneteskan air mata. Hingga akhirnya, Ida pun mau menceritakan peristiwa tersebut.

“Haduh gimana ya mas, rasanya haduh gak bisa ngebayangin saya,”ucapnya sembari mengusap air mata dan memalingkan wajahnya.

BACA:  Masuk Kuali Isi Rebusan Gula, Tubuh Balita asal Lamsel Ini Melepuh

Ida mengaku peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu 10 Oktober 2018 lalu sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, seperti biasa ia melakukan aktivitas membuat gula merah. Sementara suaminya, Samhudi, sedang mencari rumput untuk pakan ternaknya.

“Anak saya Fadilah (korban) ini, bermain sama kakak tertuanya si Kia (6) dirumah. Namanya anak baru bisa jalan, jadi Fadilah lari-lari,”kata Ida sembari menghela nafas panjang.

Kemudian, kata Ida, tiba-tiba ia mendengar suara jeritan Fadilah berasal dari belakangnya. “Saya lagi nyetak gula dan posisi saya membelakangi kuali, begitu saya tengok ternyata anak saya fadilah ini sudah ada dalam kuali yang berisi rebusan gula itu,”lirihnya.

Diakuinya, posisi kualinya itu memang berada dibawah dan dekat dengan ujung ubin rumahnya yang terbuat dari kayu. Karena rumahnya agak setengah panggung, saat Fadilah jatuh dari lantai rumah maka langsung masuk ke tungku tersebut.

“Badannya kan kecil, jadi yang terlihat dikuali itu hanya rambutnya saja. Jadi langsung saya ambil saja dari dalam kuali itu, lalu saya angkat dan peluk dia (Fadilah) dan saat itu juga saya langsung jebur ke kolam sebelah bareng sama Fadilah ini,”ungkapnya.

Karena posisi rumahnya terletak dipinggir kebun dan agak jauh dari rumah warga lainnya, lanjut Ida, saat itu dirinya sempat berteriak meminta pertolongan. Berselang beberapa menit kemudian, para tetangga dan suaminya datang dan tanpa berpikir panjang langsung membawa Fadilah ke klinik terdekat untuk segera mendapat pertolongan medis.

“Awalnya dibawa ke bidan terdekat, karena gak sanggup lalu dibawa ke Puskesmas Karya Tunggal dan ternyata gak sanggup juga. Lalu dibawa ke RS Tjokrodipo dan disitu juga gak sanggup, akhirnya di bawa ke RSUAM sekitar pukul 13.30 WIB,”kenangnya.

Menurutnya, saat itu kulit anaknya sudah mengelupas dan hanya tertinggal kulit dalamnya saja.

“Ketika diangkat, Fadilah menjerit-jerit dan menangis sesenggukan dipelukan saya, tapi lama-lama akhirnya bisa tenang. Memang kelamaan dijalan, ya maklumlah karena rumah saya kan dipelosok,”jelasnya.

Loading...