Beranda Hukum Kriminal Perampok Bersenjata Api Kuras Harta Pengusaha Tempe di Lamsel

Perampok Bersenjata Api Kuras Harta Pengusaha Tempe di Lamsel

475
BERBAGI
Kapolsek Sidomulyo, Iptu Eddy Iskandar bersama anggota saat mendatangi lokasi kejadian rumah pengusaha tempe korban perampokan di Dusun Purwodadi, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, Minggu (23/2/2020).
Kapolsek Sidomulyo, Iptu Eddy Iskandar bersama anggota saat mendatangi lokasi kejadian rumah pengusaha tempe korban perampokan di Dusun Purwodadi, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, Minggu (23/2/2020).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Komplotan perampok bersenjata api, satroni rumah Slamet (60), pengusaha tempe di Dusun Purwodadi, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, Minggu (23/2/2020) pagi sekitar pukul 04.00 WIB. Pelaku menyekap korban pasutri, serta memukul kepala korban dengan gagang senpi lalu membawa kabur uang tunai, perhiasan serta barang berharga lainnya.

Informasi yang diterima teraslampung.com dilokasi kejadian, dalam aksinya pelaku perampok bersenpi tersebut berjumlah tiga orang masuk ke rumah pengusaha tempe, Slamet melalui lobang ventilasi udara yang berada di samping tembok dapur.
Pada saat itu, istri Slamet yakni Basiyah (55) sedang menyiapkan dagangan tempe miliknya yang hendak dibawa untuk dijual ke Pasar Sidomulyo. Sementara suaminya, Slamet sedang tertidur pulas di kamar.

Awalnya, satu orang pelaku masuk ke dalam rumah Slamet melalui lubang ventilasi udara. Setelah berhasil masuk, pelaku tersebut membukakan pintu lalu dua orang rekannya masuk kedalam rumah korban dan para pelaku yang menggunakan masker langsung menyekap Basiyah dan mengikat korban dengan tali.

Dalam sekapan itu, pelaku mengancam Basiyah dengan todongan senjata api sembari menanyakan keberadaan suaminya dan tempat menyimpan uang. Setelah diberitahu, pelaku masuk ke dalam kamar dan langsung menyekap Slamet yang saat itu sedang tertidur lalu mengikatnya.

Bahkan pelaku juga sempat memukul kepala Slamet dengan gagang senpi dan membenturkan kepala korban ke lantai hingga mengalami luka robek. Pelaku lainnya, masuk ke kamar utama dan langsung membongkar lemari mengambil tas yang berisi uang tunai Rp 17 juta, kartu ATM, KTP, SIM, BPKB mobil, surat tanah serta perhiasan seberat 25 gram.

Aksi perampokan tersebut, sempat didengar dan diketahui tetangga korban, namun saat beberapa orang tetangga hendak mendekat ke rumah korban seorang pelaku melepaskan tembakan ke udara dan warga pun langsung mundur. Kemudian para pelaku melarikan diri melalui pintu belakang rumah korban.

Setelah para pelaku kabur, para tetangga masuk ke rumah korban melepaskan tali yang mengikat korban Slamet beserta istrinya Basiyah. Slamet yang mengalami luka dikepala, dibawa ke Klinik Bunda Asih di Desa Tititwangi, Kecamatan Candipuro.

“Begitu perampok itu masuk, saya diikat pakai tali dan kepala saya juga dipukul sama pelaku. Suami saya yang saat itu sedang tidur di dalam kamar, langsung diikat sama pelaku tapi saat itu suami saya sempat teriak minta tolong,”kata Basyiah kepada teraslampung.com saat ditemui di kediamannya, Minggu (23/2/2020) siang sembari menunjukkan luka memar dikepalanya akbiat dipukul pelaku.

Karena teriak itulah, kata Basiyah, suaminya dipukul dengan gagang senjata api oleh pelaku. Tidak hanya itu saja, bahkan kepala suaminya dibenturkan ke tembok dan lantai oleh para perampok bersenjata api tersebut.

“Para perampok itu, membawa kabur uang tunai Rp 17 juta, BPKB mobil, sertifikat tanah, ATM, KTP dan perhiasan emas seberat 25 gram. Mereka (pelaku), kabur lewat pintu belakang rumah, tapi saya tidak tahu para pelaku itu kaburnya naik motor apa mobil,”jelasnya.

Sementara menurut keterangan tetangga korban Yandi (46) kepada teraslampung.com mengatakan, saat para pelaku perampokan tersebut hendak kabur, beberapa orang warga yang sempat mendengar teriakan korban minta tolong berusaha mendekat. Namun warga mengurungkan niatnya, karena salah satu pelaku menodongan senjata api dan melepaskan tembakan ke udara.

“Jadi saat warga mau mendekat dan berusaha mengejar pelaku, ada salah satu pelaku mengancam mengeluarkan senjata api. Pelaku itu langsung meletuskan tembakan ke udara, karena takut kena tembakan kami mundur,” katanya.

Kemudian, kata Yandi, warga membawa Slamet yang mengalami luka robek di kepala ke Klinik di Candipuro. Sedangkan istri Slamet yakni Basiyah, juga mengalami luka memar di bagian kepala.

“Di dalam rumah itu, ya hanya Slamet dan istriya Basiyah saja mas. Kalau anaknya, sedang tidak ada di rumah,”ungkapnya.

Terpisah, Kapolres Lampung Selatan, AKBP Eddie Purnomo saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi adanya kejadian perampokan tersebut dan juga sudah mendatangi lokasi kejadian serta melakukan olah TKP.

“Tim dari Polsek Sidomulyo dan Reskrim Polres Lampung Selatan, sudah mendatangi lokasi kejadian dan meminta keterangan dari beberapa saksi. Saat ini, petugas sedang melakukan penyelidikan dan berada dilapangan untuk memburu para pelaku perampokan bersenpi tersebut,”ujarnya.

Dari keterangan sementara saksi, kata AKBP Eddie Purnomo, ada warga yang mendengar suara letusan senjata api saat para pelaku perampokan tersebut, berusaha kabur setelah menyekap korban pasutri serta membawa uang tunai serta barang berharga lainnya dari dalam rumah korban.

“Ya benar, ada keterangan warga yang medengar suara letusan tembakan yang diletuskan oleh pelaku perampokan tersebut. Untuk barang berharga milik korban yang digasak para pelaku, yakni unag tunai, perhiasan serta barang berharga lainnya,” kata dia.

Loading...