Beranda Kolom Kopi Pagi Perang Pilgub Dimulai, yang Tolol Muncul Lagi!

Perang Pilgub Dimulai, yang Tolol Muncul Lagi!

4458
BERBAGI

Oyos Saroso HN

Tuan Segala Tahu terus mantengin gawai di genggaman tangannya. Satu Tuan Segala Tahu kini berbiak menjadi beratus-ratus. Musim Pilgub Lampung pun mulai dipenuhi Tuan Segala Tahu. Mereka bukan hanya analis mintilihir, tetapi jago bersilat lidah, mengurai benang kusut menjadi lebih ruwet, dan lihai menangguk uang dari klik video Youtube dan tautan media online.

Beratus-ratus Tuan Segala Tahu tidak hanya membawa pikiran dan kemauannya sendiri ke dunia maya. Mereka juga membawa kepentingan pasangan calon kepala daerah yang dijagokannya. Atau, minimal, mereka mendapatkan order kecil-kecilan dari para tim sukses untuk menyerang pihak lawang, eh, lawan.

(Mohon maaf, kata “lawang” tidak layak muncul karena terlalu kasar. Dalam bahasa Lampung, lawang berarti gila). 

Teng!

Perang Pilgub dimulai. Dokumen lama dibongkar, foto-foto lama diolah kembali, diberi keterangan, dan menjadi meme. Tidak lupa, ujaran-ujaran para kandidat pada masa lalu yang terekam video wartawan betulan atau wartawan abal-abal diunggah kembali. Makin kasar ujaran kandidat dan bisa menguntungkan
“pihak kita” maka nilainya akan tinggi. Komentar di media sosial diharapkan akan membanjir seperti banjir musim hujan di zaman kiwari.

Teng!

Ada video lama Mustafa berpidato secara berapi-api untuk mendukung Ridho Ficardo menjadi gubernur.

“Saya siap mendukung pak gubernur. Saya siap jadi te-es!” kata Mustafa.

Teng!

Datang video lama Herman HN ‘nololin’ wartawan karena pertanyaannya dianggap tolol. Ujaran Herman HN sebenarnya sudah selesai. Ada sebagian ahli media yang menilai si wartawan memang bertendensi memansing kemarahan sang walikota. Ada juga warganet yang menilai si wartawan memang tolol. Entahlah. Yang pasti video Walikota Herman HN bilang ‘tolol kamu’ itu dulu pernah viral di medsos dan kini muncul lagi pada babak awal Pilgub Lampung.

Teng!

Tuan Segala Tahu yang ngomporin warganet agar Pilgub Lampung dibikin skenario seperti Pilgub Jakarta sudah tak terlhat batang hidungnya. Mungkin dia sedan ngoret di kebun. Mungkin juga sedang kongko sambil ngopi di hotel berbintang.

Teng!

Ini baru episode pembuka. Episode selanjutnya diprediksi akan semakin hot.