Perawat di Jerman Suntik Ribuan Penerima Vaksin Covid-19 dengan Larutan Garam

  • Bagikan
Seorang perawat mengambil dosis vaksin Covid-19 dari BioNtech untuk disuntikan pada warga di pusat vaksinasi di Dresden Fair, di Dresden, Jerman, 29 Juli 2021/Foto: Reuters via Tempo

TERASLAMPUNG.COM —  Otoritas di Jerman utara mengimbau ribuan orang pada hari Selasa untuk disuntik vaksin Covid-19 lagi setelah penyelidikan polisi menemukan seorang perawat Palang Merah mungkin telah menyuntik mereka dengan larutan garam.

Perawat diduga menyuntikkan larutan garam ke lengan orang-orang, bukan dosis vaksin corona asli di pusat vaksinasi di Friesland, distrik pedesaan dekat pantai Laut Utara, pada awal musim semi, dikutip dari Reuters, 11 Agustus 2021.

“Saya benar-benar terkejut dengan episode ini,” kata Sven Ambrosy, seorang anggota dewan lokal, di Facebook ketika pihak berwenang setempat mengeluarkan panggilan kepada sekitar 8.600 warga yang mungkin terkena dampak.

Meskipun larutan garam tidak berbahaya, kebanyakan orang yang divaksinasi di Jerman pada bulan Maret dan April, ketika penyuntikan larutan garam terjadi, adalah orang tua yang berisiko tinggi terkena penyakit virus yang berpotensi fatal.

Menurut surat kabar Die Welt, melaporkan insiden itu terjadi pada April, berada di tempat vaksinasi di Schurtens, Lower Saxony, mengganti vaksin virus corona dengan air garam.

“Menurut polisi dan jaksa, ada indikasi jelas bahwa perempuan itu memvaksinasi lebih banyak orang dengan larutan garam,” kata Heiger Schulz, kepala tim krisis virus corona di Lower Saxony, di Hanover, dikutip dari majalah Randrlife.

“Sampai saat ini, hanya enam kasus yang telah diidentifikasi di mana pasien tidak menerima vaksin yang benar. Namun, menurut Provinsi Friesian pada hari Selasa, sebanyak 8.557 orang mungkin telah menerima suntikan betina di tempat vaksinasi di Roffhausen antara 5 Maret dan 20 April,” lapor De Welt.

“Yang benar adalah kita tidak tahu berapa banyak dari mereka yang tidak divaksinasi atau hanya divaksinasi sebagian. Sayangnya, wanita itu tidak kooperatif dengan polisi, mereka diam,” papar Schulz.

Penyelidik polisi Peter Beer mengatakan bahwa berdasarkan pernyataan saksi ada “kecurigaan yang masuk akal tentang bahaya”.

Motif perawat, yang tidak disebutkan namanya, tidak jelas tetapi dia telah mengungkapkan pandangannya yang skeptis tentang vaksin Covid-19 di media sosial, kata penyelidik polisi.

Tidak segera jelas apakah tersangka penyuntik vaksin Covid-19 palsu itu telah ditangkap atau didakwa dalam kasus tersebut, yang menurut televisi NDR telah diserahkan ke unit khusus yang menyelidiki kejahatan bermotif politik.

REUTERS | TEMPO| DIE WELT | RANDRLIFE

  • Bagikan
You cannot copy content of this page