Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Perayaan HUT ke-73 RI dan HUT ke-58 Dusun Sidosari Meriah

Perayaan HUT ke-73 RI dan HUT ke-58 Dusun Sidosari Meriah

772
BERBAGI
Para pelajar remaja putri warga Dusun Sidosari, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan saat membawakan tari Sigeh Pengunten (Siger Penguntin), sebuah tarian asli adat Lampung sebagai tradisi dalam penyambutan tamu penting pada perayaan semarak HUT RI ke-73 dan HUT Dusun Sidosari ke-58.

Zainal Asikin |Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN- Warga lima RT di Dusun Sidosari, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan menggelar malam puncak perayaan HUT ke-73 kemerdekaan RI dan HUT ke-58  Dusun Sidosari ke-58, Sabtu malam (18/8/2018).

Selain pentas seni, pada kesempatan tersebut juga diserahkan tropi dan hadiah puluhan juta rupiah bagi para pemenang lomba.

Sehari sebelumnya  rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-73 kemerdekaan RI dan HUT ke-58 Dusun Sidosari berlangsung dengan semarak.Masyarakat antusias  terlibat baik sebagai peserta lomba maupun sebagai penonton.

Malam puncak perayaan tersebut semakin meriah dengan penampilan berbagai atraksi dan tari Sigeh Pengunten (Siger Penguntin) sebuah tarian asli adat Lampung sebagai tradisi dalam penyambutan tamu penting yang dibawakan oleh para pelajar remaja putri warga Dusun setempat.

Selanjutnya, peniupan lilin dan pemotongan kue HUT RI ke-73 dan HUT Dusun Sidosari ke-58 dengan menghadirkan para mantan Kepala Dusun (Kadus) terdahulu yakni Mbah Sanwiyadi selaku sesepuh Dusun yang pernah menjabat dari tahun 1960-1980, Sandiyo (Alm) yang diwakilkan anaknya pernah menjabat dari tahun 1980-2005, Dadi menjabat dari 2005-2008, Sarmo menjabat dari tahun 2008-2011 dan M Rohim menjabat dari 2011-2017.

Warga Dusun Sidosari, Desa Sidomulyo memadati lokasi acara. Bahkan warga dari luar Dusun pun dan Desa tetangga lainnya, turut menyaksikan malam puncak pembagian hadiah pada perayaan HUT RI ke-73 dan HUT Dusun ke-58 yang digelar cukup meriah tersebut yang dihibur dengan permainan alat musik tradisional angklung.

Selain dihadiri para sesepuh dan tokoh masyarakat dusun setempat, acara tersebut juga dihadiri  Kepala Desa (Kades) Sidomulyo, Agus Sartono yang saat ini mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN) dapil Kecamatan Sidomulyo, Way Panji dan Palas.

Tiup lilin dan pemotongan kue HUT RI ke-73 dan HUT Dusun Sidosari ke-58 dengan menghadirkan para mantan Kepala Dusun (Kadus) terdahulu yakni Mbah Sanwiyadi yang pernah menjabat dari tahun 1960-1980, Sandiyo (Alm) yang diwakilkan anaknya pernah menjabat dari tahun 1980-2005, Dadi menjabat dari 2005-2008, Sarmo menjabat dari tahun 2008-2011 dan M Rohim menjabat dari 2011-2017.
Tiup lilin dan pemotongan kue HUT RI ke-73 dan HUT Dusun Sidosari ke-58 dengan menghadirkan para mantan Kepala Dusun (Kadus) terdahulu yakni Mbah Sanwiyadi yang pernah menjabat dari tahun 1960-1980, Sandiyo (Alm) yang diwakilkan anaknya pernah menjabat dari tahun 1980-2005, Dadi menjabat dari 2005-2008, Sarmo menjabat dari tahun 2008-2011 dan M Rohim menjabat dari 2011-2017.

Ketua panitia perlombaan, Terry Chandra (30) saat ditemui di lokasi mengatakan, berbicara mengeni hari kemerdekaan, memang tidak terlepas dari sekian banyak dan meriahnya kegiatan perlombaan yang diadakan hampir disetiap daerah di Negara Indonesia ini. Untuk di wilayah kami khususnya di Dusun Sidosari, Desa Sidomulyo, selain menyambut HUT ke-73 RI bersamaan dilakukan menyambut hari jadi atau HUT ke-58 Dusun Sidosari.

“HUT Dusun Sidosari ini, memang digelarnya setiap bulan Juni. Karena pada Juni 2018 ini berdekatan dengan Ramadhan, maka pelaksanaan HUT Dusun ke-58 ini perayaananya dibarengkan dengan HUT RI ke-73 dan sudah tiga tahun perayaan tersebut dibarengkan,”ujarnya kepada teraslampung.com, Sabtu malam 18 Agustus 2018.

Untuk memeriahkan dua perayaan tersebut, kata Terry, digelar berbagai perlombaan seperti lomba karaoke, catur, gaple, cerdas cermat, hafiz quran, adzan, futsal anak-anak, volly ball, balap karung, tiup balon sampai pecah, tiup tepung, makan kerupuk, makan telur, make-up wajah, tarik tambang dan panjat pinang. Semua rangkaian kegiatan, digelar selama 13 hari yakni mulai tanggal 5 hingga 18 Agustus 2018 dan semua kegiatan dipusatkan di lapangan sepak bola Dusun Sidosari.

“Ada sekitar 20 perlombaan, tapi yang jadi unggulan dari seluruh perlombaan tersebut adalah lomba catur, karaoke, gaple, cerdas cermat, hafiz quran dan adzan. Untuk para pemenang lomba itu, kita berikan hadiah berupa bingkisan plus tropi dan uang tunai jutaan rupiah,”tuturnya.

Dikatakannya, selain beberapa perlombaan tersebut, ada juga jalan sehat dan senam bersama yang diadakan Sabtu pagi tadi start pukul 08.00 WIB di Lapangan bola Dusun menyusuri jalan kompleks Dusun Sidosari lalu finis di lapangan bola. Untuk menyemarakan jalan santai dan senam bersama ini, ada banyak door prize yang disiapkan panitia berupa ponsel android serta uang tunai.

“Semua kegiatan sudah dilaksanakan, ya malam inilah puncak acara perayaan HUT RI ke-73 dan HUT Dusun ke-58 sekaligus pembagian hadiah untuk para peserta pemenang lomba,”ungkapnya.

Menurutnya, untuk menyemarakan kegiatan tersebut, menghabiskan biaya sebesar Rp 16,2 juta dan semua biaya merupakan sumbangan sukarela dari seluruh warga masyarakat Dusun, lalu dana dari kepemudaan serta bantuan dari perkumpulan atau paguyuban ‘Manunggal Karso’ masyarakat Dusun Sidosari, Desa Sidomulyo.

Pemberian hadiah pemenang lomba karaoke HUT RI ke-73 dan HUT Dusun Sidosari ke-58 yang diserahkan oleh mantan Kepala Desa (Kades) Sidomulyo, Agus Sartono
Pemberian hadiah pemenang lomba karaoke HUT RI ke-73 dan HUT Dusun Sidosari ke-58 yang diserahkan oleh mantan Kepala Desa (Kades) Sidomulyo, Agus Sartono

Sementara Kepala Dusun Sidosari, Edy Paryoto (47) menuturkan, HUT Dusun Sidosari ke-58 ini, tidak hanya dilakukan pada tahun 2018 ini saja. Tapi sudah dilakukan setiap tahunnya, yakni mulai sejak tahun 1960 lalu hingga 2018 sekarang. Kalau pada tahun 1960 hingga 2005, acara HUT Dusun digelar acara ruwatan dengan pagelaran wayang kulit. Kemudian pada tahun 2006 hingga 2018 ini, digelar berbagai kegaiatan perlombaan.

“Jadi perayaan HUT Dusun ini, dilakukan sejak dari dulu yakni pada tahun 1960 saat orangtua kami dan para sesepuh kampung transmigrasi dari Jawa lalu tinggal dan menetap di Dusun Sidosari, Desa Sidomulyo ini. Saya ucapkan terima kasih atas semangat dan dedikasi seluruh warga Dusun Sidosari yang turut andil dalam memeriahkan acara ini, berlangsung meriah dan berjalan sukses,” katanya.

Dikatakannya, hanya di tahun 2017 lalu saja, tidak dilaksanakannya HUT Dusun. Namun kegiatan itu, dialihkan dengan hal positif lainnya yang ada di Dusun yakni melakukan pembangun Masjid Al-Munawaroh. Untuk pembanguan masjid tersebut, kata Edy, sesuai musyawarah dan kesepakatan, setiap kepala keluarga ditarik sebesar Rp 1 juta dan untuk pembayarannya sendiri dapat diangsur selama lima tahun.

“Untuk jumlah kepala keluarga (KK) dari lima RT di Dusun Sidosari ini, ada 286 KK dan alhamdulilah berkat kekompakan, guyub rukun serta jiwa semangat gotong royong masyarakat Dusun Sidosari, pembanguan masjid sudah terlaksana,”terangnya.

Edy menceritakan, bahkan di Dusun tempatnya ini, adanya sebuah paguyuban yang diberi nama ‘Manunggal Karso’ yakni sebuah wadah yang mengumpulan anggaran dari warga masyarakat Dusun Sidosari untuk dijadikan sebagai kas Dusun. Dalam pangguyuban itu, warga wajib membayar iuran sebesar Rp 5,000 dan padi sebanyak 5 Kg. Tapi tidak semua warga di Dusun ini ikut dalam paguyuban tersebut, hanya beberapa warga saja yang tidak ikut karena keterbatasan ekonomi.

“Paguyuban Manunggal Karso ini, dibentuk sudah 10 tahun atau sejak tahun 2009 lalu yang di ketuai oleh pak Parjo dan sampai saat ini masih terus berjalan. Melalui paguyuban ini, warga masyarakat Dusun Sidosari saat ini memiliki kas Dusun sebesar Rp 85 juta,”ungkapnya.

Menurutnya, bagi warga yang inggin masuk jadi anggota baru sekarang ini, wajib membayar iuran sebesar Rp 100 ribu dan sudah ada beberapa warga yang sudah ikut dalam paguyuban tersebut.

Dana kas paguyuban tersebut, lanjut Edy, selain diperuntukkan simpan pinjam khusus untuk warga Dusun Sidosari, dana kas tersebut juga digunakan untuk pembanguan sarana dan prasarana yang ada Dusun seperti pembuatan talud, perbaikan jalan-jalan lingkungan (Onderlagh), pembangunan Masjid, kegiatan kepemudaan seperti olahraga dan lainnya.

“Dengan adanya kas paguyuban Dusun ini, kita juga bisa berbagi kepada warga yang membutuhkan dengan memberikan bantuan bingkisan berupa sembako, membantu warga kondisinya sedang sakit serta yang mengalami musibah meninggal dunia. Jadi banyak hal positif dan bermanfaat adanya kas Dusun melalui paguyuban Manunggal Karso tersebut,”pungkasnya.

Hal tersebut juga dibenarkan juga oleh Widarto selaku Ketua RT 5 dan Gianto, Ketua RT 2 Dusun Sidosari, Desa Sidomulyo.