Beranda Views Opini Perbedaan Puting Beliung dan “Downburst”

Perbedaan Puting Beliung dan “Downburst”

228
BERBAGI

Oleh Eka Suci Puspita Wulandari
Prakirawan BMKG Lampung

Beberapa hari ini di beberapa wilayah di Lampung terdampak oleh angin kencang yang cukup merusak. Timbul banyak pertanyaan apakah angin ini sebenarnya ? Dari mana asalnya angin ini ? Masyarakat sering menyebut ini dampak dari puting beliung. Namun perlu dilihat dari kerusakannya juga untuk menentukan jenis angin kencang apakah ini.

Angin kencang yang umum terjadi disebabkan karena adanya perbedaan tekanan udara di suatu wilayah dengan wilayah lainnya dan angin bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan yang lebih rendah. Semakin besar perbedaan tekanan diantara kedua wilayah tersebut maka angin di hasilkan akan semakin kencang. Nah apakah angin kencang yang melanda beberapa wilayah Lampung kemarin disebabkan oleh perbedaan tekanan ini ? Pada kasus ini angin kencang di sebabkan oleh awan Cumulonimbus.

Awan Cumulonimbus yang kita ketahui tidak hanya bisa menghasilkan kilat dan petir namun struktur di dalam awan ini ada udara yang bergerak naik atas yang membuat awan ini bertambah tinggi dan ada aliran udara yang bergerak ke bawah dan menjadi hujan. Selain menjadi hujan aliran udara yang ke bawah ini juga menimbulkan angin kencang akibat hempasan yang kuat dari atas ke bawah. Diibaratkan ketika kita mengambil air dengan gayung lalu menumpahkannya ke bawah, air akan berhamburan kemana-mana akibat hempasan yang kencang dari atas ke bawah.

Angin kencang ini dalam istilah meteorologi disebut dengan microburst, berbeda dengan puting beliung atau tornado dalam skala yang kecil dimana angin ini sifatnya berputar terlihat jelas dari dasar awan Cumulonimbus muncul seperti belalai gajah. Belalai inilah yang akan menimbulkan angin kencang di daratan dan merusak yang ada di sekitarnya. Jika terbentuk di perairan disebut dengan water spout.

Nah, microburst berbeda, angin ini bisa turun ke permukaan berbarengan dengan hujan ataupun tidak dengan hujan. Jika berbarengan dengan hujan akan sangat fatal akibatnya karena selain angin kencang permukaan juga mendapatkan hujan dengan intensitas yang lebat. Namun jika tidak berbarengan dengan hujan, ini biasanya tinggi dasar awan Cumulnimbusnya akan lebih tinggi dan hujannya biasanya tidak sampai ke tanah.

Lokasi dimana microburst pertama kali jatuh ke permukaan akan berdampak paling parah karena mendapat kecepatan angin yang paling besar, bisa membuat rumah seperti ditekan ke bawah dengan sangat kencang membuat atap rumah akan rusak. Durasi kejadiannya rata-rata berlangsung selama 5 hingga 15 menit. Kecepatan angin yang dihasilkan microburst dapat mencapai lebih dari 50 km/jam. Dengan kecepatan seperti ini akan sangat mudah merobohkan rumah-rumah semi permanen atau bahkan pohon-pohon di sekitarnya.

Pada sisi luar microburst angin akan membentuk seperti rol rambut wanita dan menyebar ke segala arah dari titik jatuhnya pertama kali. Selain berdampak buruk bagi masyarakat microburst menjadi momok yang sangat mengerikan juga bagi pesawat terbang ketika akan mendarat ataupun pada saat posisi lepas landas.

Pada saat mendarat jika pesawat bertemu dengan microburst akan bertemu dengan yang dinamakan headwind atau angin kencang yang datang dari depan pesawat, lalu berikutnya pesawat akan bertemu dengan microburst dan diakhiri dengan pesawat terkana tailwind atau angin kencang dari belakang pesawat.

Perubahan kecepatan angin yang diterima pesawat ini akan berdampak buruk dapat membuat pesawat mendarat sebelum waktunya, juga bisa membuat pesawat mendarat diluar jalur dan membuat pesawat melewati batas maksimal jalur pendaratan. Maka dari itu jika terdapat awan Cumulonimbus di sekitar wilayah Bandara pesawat akan berputar putar di atmosfer sambil menunggu awan ini menjauh atau awan ini punah.

Jadi angin kencang yang merusak tidak semua disebabkan puting beliung namun seringkali juga disebabkan oleh microburst. Masyarkat dihimbau untuk meningkat kewaspadaan selama musim hujan berlangsung karena potensi terjadi angin kencang ini akan semakin meningkat diikuti dengan pertumbuhan awan-awan Cumulonimbus yang semakin intens kedepannya. BMKG akan secara rutin memberikan peringatan dini cuaca ekstrim jika teramati ada pembentukan awan-awan Cumulonimbus ini setiap harinya selama 24 jam penuh.

Loading...