Beranda Hukum Kriminal Peredaran Narkoba dan Kepemilikan Senjata Api Ilegal Jadi Kasus Paling Menonjol di...

Peredaran Narkoba dan Kepemilikan Senjata Api Ilegal Jadi Kasus Paling Menonjol di Lampung

232
BERBAGI
Barang bukti narkoba yang dimuskan di halaman Mapolda Lampung, Rabu (24/5/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kapolda Lampung Irjen Pol Sudjarno mengatakan, berdasarkan hasil pengungkapan kasus yang dilakukan Polda Lampung dan jajarannya (Polres/Polsek), kasus yang paling menonjol adalah peredaran narkoba dan kepemilikan senjata api (senpi) ilegal. Selain itu: kasus tindak pidana curat, curas dan curanmor (C3).

“Kasus yang rentan di masyarakat saat ini, maraknya peredaran narkoba dan kepemilikan senpi rakitan,”ujarnya saat menggelar pemusnahan barang bukti di Mapolda Lampung, rabu (24/5/2017).

“Senjata api memang bisa di rakit, tapi kalau amunisinya tidak ada pastinya para pelaku tidak akan bisa membuat senjata api rakitan tersebut. Jadi pola para pelaku perakit senjata api tersebu, mereka (pelaku) baru bisa membuat senjata api kalau ada amunisinya,” kata Kapolda, di sela-sela pemusnahan barang bukti narkoba, senjata api ilegal, dan makanan berbahaya di halaman Mapolda Lampung, Rabu (24/5/2017).

Untuk meninimalkan dan menekan angka kejahatan yang terjadi, kata Sudjarno, pihaknya bersama TNI akan akan terus berupaya melakukan langkah-langkah antisipasi berupa pencegahan dan penindakan terhadap beredarnya senpi rakitan dan narkoba.

“Tindakan tegas terhadap para bandar dan pengedar narkoba akan terus dilakukan, hal ini untuk memutus mata rantai peredaran gelap narkoba dan pengguna narkoba. Kejahatan narkoba ini adalah exstra ordineri crime,”jelasnya.

Irjen Pol Sudjarno mengimbau masyarakat yang memiliki atau menyimpan senjata api (senpi) ilegal, agar menyerahkan barang berbahaya tersebut kepada aparat kepolisian setempat. Karena jika tidak, ancaman hukumannya dipidana maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup.

Terkait barang bukti hasil sitaan periode Januari – Mei 2017 yang baru saja dimusnahkan, kata Sudjarno, ada bermacam jenis. Antara lain 61 pucuk senjata api laras panjang, 214 senjata api laras pendek, 75 butir amunisi dan 47,8 ribu petasan.

“Barang bukti senjata api yang dimusnahkan ini bukanlah senjata api pabrikan. Dari bentuknya saja sudah aneh-aneh. Kalau memang pabrikan, pastinya ada nomor serinya,”ujarnya.

Sementara barang bukti narkoba yang dimusnahkan, kata Sudjarno, antara lain sabu-sabu sebanyak 7,797,005 gram, ganja 896,11 kilogram, ekstasi 2.111 butir, 4.900 botol minuman keras berbagai merk dan 3.100 liter tuak. Barang bukti sitaan lainnya yang dimusnahkan, 150.000 Pcs sparepart palsu merk Yamaha, Honda dan Suzuki dan ribuan keping DVD bajakan.

“Kami juga memusnahkan barang bukti makanan berbahaya dan ilegal, yakni ikan berformalin 4,970 kilogram, daging kerbau impor asal India merk “Alana” sebanyak 7.000 kilogram dan daging celeng ilegal sebanyak 7,5 ton,”pungkasnya.

Menurutnya, memasuki bulan suci Ramadan, Polda Lampung dan Jajaran akan melaksanakan giat razia sebagai langkah-langkah pencegahan penindakan hukum terkait dengan peredaran narkoba, minuman keras dan barang ilegal atau berbahaya lainnya.

Loading...