Beranda News Nasional Perencanaan Partisipatif dapat Tingkatkan Kualitas Sekolah

Perencanaan Partisipatif dapat Tingkatkan Kualitas Sekolah

167
BERBAGI

SOLO, Teraslampung.com — Perencanaan sekolah yang dilakukan dengan baik, dapat menentukan tingkat kualitas sebuah sekolah. Hal ini diungkapkan Direktur Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK), Suroto, saat memberikan sambutan Pelatihan Perencanaan dan  Penganggaran Sekolah yang Partisipatif pada Selasa, 26 Agustus 2014, di Hotel Aziza – Solo.

“Ketika perencanaan dilakukan dengan benar, fungsi manajemen yang lainnya dapat dilakukan dengan baik. Tidak terkecuali dengan perencanaan sekolah. Manajemen atau tata kelola sekolah yang akuntabel, efisien, dan responsif mensyaratkan adanya transparansi dan partisipasi,” ujar Suroto.

Program officer  wilayah Lampung, Dandy Ibrahim, mengungkapkan hal yang senada. Menurutnya, banyak sekolah yang tidak memiliki dokumen renstra (perencanaan strategis).

“Pelatihan seperti ini sangat memberikan manfaat bagi sekolah. Selama ini banyak sekolah yang tidak memiliki dokumen renstra, visi misi atau cita-cita diawang-awang, karena secara kapasitas pengelola sekolah masih kurang,” ujar Dandy.

Lebih lanjut dia mengungkapkan pada waktu melakukan kajian akuntabilitas laporan penggunaan dana BOS pada Mei 2014 lalu, tidak ditemukan pengeluaran atau pembiayaan yang digunakan untuk keperluan peningkatan kapasitas pengelola sekolah, baik bagi guru maupun komite sekolah.

“Hasil kajian akuntabilitas RKAS dan SPJ dana BOS yang kami lakukan bersama GEMA PENA (Gerakan Masyarakat Peduli Pendidikan Nasional) pada Mei 2014 lalu menemukan bahwa tidak ada pos pengeluaran untuk peningkatan kapasitas pengelola sekolah, yang ada hanya banyak sekali pengeluaran yang untuk pembayaran honor-honor,” ujar Dandy.

“Padahal kalau sekolah memiliki cita-cita yang jelas, sekolah punya target ke depan, tentu sekolah akan mampu menghasilkan anak didik yang berkualitas,” tambahnya.

Menanggapi perencanaan partisipatif bagi sekolah, Dewan Pendidikan Bandar Lampung yang merupakan peserta pelatihan, Suwandi, menjelaskan kendala yang dialami jika akan mengimplementasikan perencanaan dan penganggaran sekolah yang partisipatif.

“Penyusunan rencana partisipatif itu memang sulit jika diimplementasikan, ada beberapa kendala. Pertama, kepercayaan kepala sekolah itu sendiri kepada pihak lain atau komite sekolah yang terkadang masih rendah. Kedua, dari segi kemampuan tidak semua orang memiliki kemampuan menyusun rencana itu, untuk menafsirkan semua rencana itu kan tidak semua orang bisa,” terang Suwandi.

Loading...