Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Perencanaan tak Jeli, Rp 800 Juta DAK Pendidikan di Lampura Lewat

Perencanaan tak Jeli, Rp 800 Juta DAK Pendidikan di Lampura Lewat

2143
BERBAGI
Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara (Ilustrasi Foto: /Teraslampung|Feaby Handana))

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Total nilai bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 ‎yang lewat begitu saja alias gagal didapatkan oleh dua unit sekolah di Lampung Utara ternyata ‎mencapai sekitar Rp800 juta. Penyebab kegagalan ini diduga akibat ketidakjelian dalam perencanaan seputar sekolah calon penerima DAK.

“Total DAK di dua sekolah itu sekitar Rp800 juta,” jelas ‎Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Utara, Toto Sumedi, Selasa (3/9/2019).

Ia mengatakan, penyebab kegagalan kedua sekolah itu dalam memperoleh bantuan DAK tahun ini tidak sama satu sama lain. Untuk SDN 4 Candimas, Abung Selatan, kegagalannya karena terjadinya perubahan nama sekolah dari SDN 3 menjadi SDN 4 Candimas.‎

“Untuk SDN 1 Sidokayo, Abungtinggi dikarenakan di tahun ini ternyata sekolah itu juga menerima bantuan Block grant,” urai dia.

Toto mengakui, sedianya hal itu tidak terjadi jika saja perencanaan seputar sekolah calon penerima bantuan DAK dilakukan secara maksimal. Ke depan, ia menyebutkan akan memperbaiki segala kekurangan sehingga hal tersebut tidak akan kembali terulang.

“Perencanaannya akan kami perbaiki supaya tidak terulang lagi,” jelasnya.

‎Sebelumnya, ‎lantaran diduga tidak jeli dalam hal perencanaan, dua unit sekolah di Lampung Utara dinyatakan gagal memperoleh bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan tahun 2019.

‘Hangusnya’ DAK pendidikan seakan menjadi pelengkap derita Lampung Utara yang sebelumnya juga telah dikabarkan ‘kehilangan’ belasan miliar DAK bidang infrastruktur. ‘Hangusnya’ belasan miliar DAK infrastruktur yang mencapai Rp16 Miliar dikarenakan banyaknya proyek yang gagal mendapatkan pemenang.

“SD Candimas, Abung Selatan dan SD 1 Sidokayo, Abungtinggi hangus DAK-nya,” tutur Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Suma Wibawa.

Sayangnya, Suma mengaku tidak begitu mengetahui persis berapa total DAK yang hangus akibat gagalnya kedua sekolah itu dalam memperoleh DAK. Kendati demikian, ia memperkirakan jumlahnya mencapai sekitar Rp500 jutaan.

“Nilai persisnya saya enggak begitu hafal. Kira – kira sekitar Rp500 jutaan lah kalau tidak salah,” kata dia.

Loading...