Beranda Seni Sastra Perhelatan Senibudaya Lampung Selatan di Bandung

Perhelatan Senibudaya Lampung Selatan di Bandung

334
BERBAGI
 Lampung Selatan pada Malam Braga Kuliner (dok. martha topeng)
 Lampung Selatan pada Malam Braga Kuliner (dok. martha topeng)

Isbedy Stiawan ZS, Fernanda Gunsan/Teraslampung.com

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggelar senibudaya Lampung sekaitan Malam Braga Kuliner di Mall Braga City Walk, Jl. Braga, Kota Bandung, 10 Mei 2014 lalu.

Lampung Selatan yang mengusung tema “Promosi Wisata, Seni, dan Budaya Lampung Selatan” menampilkan tarian, seperti Tari Sigeh Penguten, Tari Tuping, Tari Saksi Dalung, peragaan busana khas Lampung dengan batik Inuh-nya, fragmentasi “Aku Krakatau” karya Diro Aritonang—penyair dan budayawan Bandung kelahiran Kalianda, Lampung Selatan.

Duta seni budaya Lampung ini ditaja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lampung Selatan dan berkoordinasi dengan budayawan Bandung Diro Aritonang telah memberikan napas segar bagi pengembanga Lampung Selatan sebagai daerah tujuan wisata alternatif selain Bali, Yogya, dan Bandung.

Lampung Selatan diakui kaya dengan keindahan alamnya yang dipenuhi pesona pantai, pegunungan dan kefantastikan Gunung Anak Krakatau yang telah mendunia.

Suguhan senibudaya Lampung ini juga menampilkan replika Krakatau dan gerbang Siger sebagai ikon Lampung. Kedahsyatan peristiwa meletusnya Gunung Krakatau pada 1883 menjadi magnit bagi kabupaten ini untuk memromosikan pariwisata dan senibudaya yang ada.

Menyemarakkan promosi Lampung Selatan di Kota Bandung ini, menampilkan pembaca puisi Anggie Sri Wilujeng yang mampu menyihir pengunjung yang hadir. Anggie membacakan fragmentasi puisi “Aku Krakatau” karya Diro Aritonang, dan dimeriahkan penyanyi kondang Bandung Nais Larasati dan Conny Dio.

Malam Braga Kuliner merupakan event Pemerintah Kota Bandung mempromosikan makanan khas “Kota Kembang” dan berlangsung di sepanjang jalan Braga, Kota Bandung. Sehingga selama pelaksanaan, jalan terkenal hingga manca negara ini ditutup.

Makanan khas Lampung yang dkemas dengan nama Kuliner Krakatau tak membutuhkan waktu lama, langsung habis diserbu pengunjung. “Warga Bandung ingin mencicipi kuliner khas Lampung. Mereka penasaran dengan istilah kuliner Krakatau,” kata Diro Aritonang.

Yansen Mulia, kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lampung Selatan, mengatakan tampilnya senibudaya Lampung dalam Malam Braga Kuliner itu guna memromosikan pariwisata dan kebudayaan di kabupaten yang dipimpin Rycko Menoza.

Seperti dikatakan Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza, pesona wisata budaya Lampung Selatan sangat memberikan daya tarik baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan wilayah geografis yang berdekatan dengan pulau Jawa, kabupaten yang berpusat di Kota Kalianda ini optimis bisa menarik wisatawan dari Pulau Jawa untuk lebih banyak berkunjung ke daerah ini. Apalagi kabupaten ini memiliki Gunung Anak Krakatau yang telah menjadi ikon dunia.

“Lewat promosi pesona wisata Lampung Selatan dengan acara pagelaran seni tradisi dan pameran ini, tentu harapan kami, akan banyak wisatawan dari Kota Bandung maupun mancanegara yang datang lewat Kota Bandung bisa melanjuykan berkunjung ke Kalianda, Lampung Selatan,” kata Rycko Menoza dalam sambutannya.

Sementara Walikota Bandung Ridwan Kamil, menyambut baik kunjungan Kabupaten Lampung Selatan. Dia berharap kunjungan ini akan berdampak positif bagi pengembangan pariwisata Lampung Selatan, terlebih  Lampung Selatan memiliki keindahan pantai dan Krakatau sebagai daya tariknya.

“Kami pun akan melakukan hal yang sama untuk berkunjung ke Lampung Selatan, dengan pagelaran kesenian dan menghadirkan produk kreatif Kota Bandung,” ujarnya.