Peringari Hari Nusantara, Pemkot Gelar Aksi di Wilayah Pesisir

  • Bagikan

Sampah di kawasan Teluk Lampung (dok Herza Yulianto)

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Untuk memperingati Hari Nusantara, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung menggelar aksi bersih-bersih sampah di wilayah pesisir pantai, Selasa (23/12).  Aksi bersih tersebut dilakukan di di Jalan Yos Sudarso Gang Puskesmas, Sukaraja, Kecamatan Sukabumi.

Sebanyak 250 ton sampah pun berhasil dikumpulkan dari kegiatan gotong royong pihak pemkot yang dibantu anggota Badan Satuan Polisi Pamong Praja, TNI, angkatan darat, angkatan laut, dan masyarakat sekitar, LSM Walhi dan Watala.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (Disbertam) Bandar Lampung Budiman, mengatakan,250 ton sampah yang diangkut oleh mobil truk ini telah mencakup hampir 75 persen sampah yang ada di tempat tersebut.

“Tadi dari hasil bersih-bersih sampah yang kita angkut dengan truk, terkumpul sekitar 250 ton sampah. Selanjutnya sampah ini kita buang ke TPA (Tempat Pembuagan Akhir) Bakung,” ujar Budiman, Selasa (23/12).

Budiman membantah jika sampah yang menumpuk di wilayah pesisir ini hasil buangan dari sampah rumah tangga warga sekitar. Karena ditekankannya, untuk sampah rumah tangga warga sudah disediakan tempat penampungan sementara (TPS).

“Bukan dari sampah rumah tangga warga, ya walaupun ada satu dua mungkin yang buang disitu. Tapi ini sampah berasal dari laut yaitu buangan dari kapal-kapal yang melintas di perairan ini. Bisa juga sampah dari sungai karena sungai kan bermuaranya di lautan,” papar Budiman.

Sementara, Walikota Bandarlampung Herman HN memastikan bahwa masalah sampah menumpuk di wilayah pesisir ini akan menjadi tanggungjawab pemkot. Dan akan diangkut setiap hari secara bertahap.

“Secara bertahap lah kita angkut sampah-sampah disini. Sampai nanti bersih semua, tidak ada lagi sampah yang menumpuk. Karena tempat ini kan bisa dijadikan tempat rekreasi, kalau ada sampah bagaimana orang mau datang ke sini,” kata Herman.

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat sekitar untuk lebih peduli terhadap lingkungannya. Jangan membuang sampah dipinggir pantai sehingga membuat kumuh daerah ini dan menyebabkan bau menyengat.

“Nanti untuk MCK (mandi, cuci, kakus) akan kita buatkan beberapa unit. Supaya masyarakat tidak lagi buang hajat langsung ke laut. Pengerjaanya di tahun 2015 dan dinas PU yang akan mengerjakannya,” tandasnya.

Terpisah,  Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) Bandarlampung  Mansyur  Sinaga mengatakan, acara yang diselenggarakan agar mencintai laut.

“Ini hari nusantara ke 14, dan kita buatkan kegiatan bersih pantai dan laut, serta memberikan bantuan hibah kepada masyarakat,” kata dia.

Bantuan tersebut, lanjut dia, berupa sarana dan prasarana untuk tangkap dari nelayan, pengolah dan kelompok pengawas masyarakat. “Ini harus ada partisipasi masyarakat, meskipun sudah ada kerjasama lintas satker,” ungkapnya.

Menurutnya, sampah adalah kebutuhan warga sebagai daratan baru. Sehingga masyarakat pesisir mereka butuh, dan masyarakat sendiri sangat akrab dengan sampah.

Untuk itu, pihaknya masih merancang perda yang telah dibuat sejak tahun 2011 dan masih diperbaiki perda tersebut. “Tahun ini kan ada pemekeran kecamatan, jadi batas zonasi berubah, jadi butuh perubahan perda,” ujarnya.

Isi perda sendiri menurutnya ada pengaturan batas pendirian bangunan dari bibir pantai. Namun, yang sudah terbangun tetap berdiri dan tidak digusur. Sehingga, pihaknya hanya menekan agar tidak tumbuh kembali bangunan baru dipinggir pantai.

Sehingga, dengan perda ungkapnya, dapat meminimalisir sampah yang terjadi dilaut yang dapat merusak biota laut. Sehingga dalam penanganan sampah dilaut ini harus ada kerjasama antar lintas satker antara Disbertam, BPPLH, dan DKP, lalu dinas pertanian dalam membuat ruang taman hijau sebagai konservasi kehidupan ekosistem laut.

Feri

  • Bagikan
You cannot copy content of this page