Beranda Views Opini Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Berbasis Dampak

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Berbasis Dampak

147
BERBAGI

Oleh Ramadhan Nurpambudi
Prakirawan BMKG Lampung

BMKG tidak lama lagi akan mengeluarkan sebuah produk yang akan meningkatkan kualitas dari produk yang sudah rutin dikeluarkan setiap harinya yaitu peringatan dini cuaca ekstrim yang nantinya akan berbasis dampak. Bagaimana yang dimaksud peringatan dini yang berbasis dampak itu ? Baik selama ini peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG masih sebatas waspada potensi terjadinya hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang selama beberapa jam kedepan. Nah sampai disini saja sebenarnya tupoksi BMKG sudah cukup namun kami ingin memberikan pelayanan yang lebih kepada masyarakat.

Produk peringatan dini cuaca berbasis dampak ini di luar negeri sudah mulai diterapkan sehingga BMKG juga harus bisa untuk segera menerapkan produk ini dan mengenalkannya kepada masyarakat. Jika produk ini nantinya diluncurkan akan banyak yang harus dilakukan oleh BMKG selain bagaimana agar produk ini maksimal, BMKG juga harus memikirkan bagaimana produk ini bisa dipahami oleh masyarakat dengan mudah sehingga apa yang dikeluarkan oleh BMKG bisa diterapkan oleh masyarakat.

Peringatan dini cuaca yang berbasis dampak ini nantinya akan beberntuk sebuah peta dimana di dalam peta tersebut terbagi sesuai dengan kabupaten atau kecamatan, ini yang masih dikaji oleh BMKG karena BMKG disini perlu bekerja sama dengan instansi-instansi lainnya seperti BNPB, BIG, Dinas PU, dan instansi lainnya yang berada di ranah kebencanaan ini. Selanjutnya dalam peta ini nantinya akan ada klasifikasi gradasi warna dimana contoh hijau berarti aman, kuning berarti akan terjadi dampak dari hujan lebat seperti genangan air, lalu orens yang berarti masyarakat harus segera dievakuasi karena potensi terjadi bencana besar di wilayah terkait.

Kerentanan bencana hidrometeorologi masing-masing wilayah tentunya berbeda, ini yang perlu kami dapatkan dari teman-teman BPBD di wilayah Lampung terkait potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, genangan air, kebakaran lahan, dan sebagainya yang terkait dengan hidrometeorologi. Jika peta rawan bencana di masing-masing Kabupaten di Provinsi Lampung sudah terkumpul selanjutnya tinggal disinkronkan dengan kondisi cuaca kedepannya. Jadi pada peta peringatan dini cuaca nantinya akan lebih mudah dipahami karena masyarakat tinggal melihat apakah lokasi Kecamatan atau Kabupatennya dalam kondisi yang berwarna berbahaya.

Tantangan BMKG jika produk ini telah selesai adalah menyeragamkan kepada instansi-instansi terkait seperti BPPB, TNI, SAR,dan Polri untuk memahami konteks warna yang disiapkan BMKG untuk produk peringatan dini cuaca berbasis dampak baru setelah itu pelan-pelan mensosialisasian kepada masyarakat. Apakah masyarakat sudah merasa cukup dengan produk yang telah dikeluarkan BMKG saat ini ? tentu masih banyak kekurangan yang perlu ditingkatkan lagi, meskipun secara SOP produk yang saat ini sudah terbilang cukup.

Tujuan dari peringatan dini berbasis dampak ini adalah sebisa mungkin jika terjadi potensi cuaca buruk tidak menelan korban jiwa namun kalau dari kerugian kerusakan lainnya ini masih sulit untuk dicegah karena perlu mitigasi persiapan dalam jangka waktu yang panjang. Contoh seperti ketika terjadi Siklon Tropis Cempaka yang terjadi bulan November tahun 2017 lalu, pada saat itu BMKG sudah memerikan peringatan dini disertai dengan dampaknya dan masyarakat juga menerima informasi tersebut namun masyarakat bingung karena tidak ada arahan di lapangan. Mereka harus dievakuasi kemana itu di lapangan tidak ada sama sekali arahan, maka dari itu BMKG tidak bisa berjalan sendiri perlu didukung juga dengan instansi lainnya.

Semoga kedepannya masyarakat lebih terbuka lagi akan potensi bencana yang besar di wilayah Indonesia ini dan tugas kita adalah mempelajari bagaimana mitigasi jika bencana itu datang dan apa saja yang perlu kita persiapkan sebelumnya. Tidak lupa kita terus berdoa agar Indonesia khusunya Lampung juga dijauhkan dari segala macam bencana yang membahayakan, Aamiin.

Loading...