Pernyataan Sikap FSBKU-KSN Soal Kriminalisasi dan Pembungkaman Ruang Demokrasi di UBL

  • Bagikan
Mahasiswa UBL unjuk rasa menuntut keringanan biaya kuliah. Foto: portallnews.id

Pandemi covid-19 belum menunjukkan akan berakhir meski telah masuk pada triwulan pertama tahun 2021. Makin banyak rakyat terdampak secara ekonomi dan kesehatan. Kebijakan PSBB dan PPKM di perkotaan membuat banyak sektor mengalami kerugian akibat pembatasan jam operasional sedangkan dampaknya ekonomi hulu.Misalnya sektor pertanian-perkebunan dan peternakan harus merugi karena permintaan berkurang drastis. Hal itu mengakibatkan pendapatan menurun, sedangkan kebutuhan hidup (pangan, pendidikan, kesehatan) harus dipenuhi setiap hari.

Pada 17 Februari 2020, Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Bandar Lampung (KBM-UBL) melakukan upaya protes terhadap Universitas Bandar Lampun. KBM-UBL mendesak penggratisan biaya bagi keluarga yang terkena dampak Covid-19, pemotongan biaya SPP minimal 50% bagi seluruh mahasiswa, serta memberikan kepastian kerja atau pemberian kebutuhan hidup layak bagi tenaga kerja di dalam kampus. KBM UBL melakukan longmarch dari dalam kampus menuju rektorat dengan tetap menjaga jarak dan protokol kesehatan. Audiensi terbuka di luar gedung bersama dengan peserta demonstrasi menghasilkan kesepakatan bahwa pihak kampus berjanji segera mengabulkan.

Pada (21/02) Sultan Ali Sabana dan Reyno Fahlepi mendapat surat pemanggilan oleh Satuan Reskrim Polresta Bandar Lampung terkait aduan yang dilakukan oleh Bambang Hartono terkait Undang – Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 Pasal 93 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Federasi Serikat Buruh Karya Utama anggota Konfederasi Serikat Nasional (FSBKU-KSN) membenarkan semua fakta dan kondisi yang dialami oleh seluruh rakyat pekerja akibat pandemi, harus rela dirumahkan bahkan di PHK tanpa kompensasi namun harus menanggung biaya pendidikan anak-anaknya.

Maka, kampus seharusnya memberikan rasa aman, pendidikan ilmiah, dan kebebasan berfikir. Respon kampus melakukan upaya kriminalisasi merupakan bentuk dari kampus yang anti kritik dan anti demokrasi. Pihak kampus terlihat ketakutan dengan upaya demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa.

Kami Federasi Serikat Buruh Karya Utama anggota Konfederasi Serikat Nasional (FSBKU-KSN) mengecam tindakan kriminalisasi oleh kampus Universitas Bandar Lampung terhadap mahasiswa yang menyuarakan kebenaran atas ketidakpastian dari dampak pandemi yang tidak ditanggulangi dengan baik.

Yohanes Joko Purwanto (Ketua Umum)
Zaenal Rusli (Sekretaris Umum)

Loading...
  • Bagikan