Beranda Views Suara Publik Pernyataan Sikap IKA UNJ Soal Musibah Susur Sungai: Guru Bukan Penjahat

Pernyataan Sikap IKA UNJ Soal Musibah Susur Sungai: Guru Bukan Penjahat

813
BERBAGI
Petugas melakukan penyisiran untuk mencari sejumlah siswa SMPN 1 Turi yang tenggelam di Kali Sempor, Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Jumat, 21 Februari 2020. Petugas gabungan berhasil mengevakuasi 5 korban meninggal dunia. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

Baru-baru ini kita dikejutkan dengan adanya musibah susur Sungai Sempor yang menyebabkan 10 siswa-siswa anggota Pramuka SMPN 1 Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta meninggal dunia.

Setiap sekolah dan guru selalu bercita-cita memberikan pelayanan pendidikan dan pengajaran terbaik kepada peserta didiknya. Layanan pendidikan yang diberikan senantiasa berusaha untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan menantang serta bermakna.

Melalui pengalaman belajar yang menyenangkan maka peserta didik akan merasa betah dalam belajar dan pengalaman yang menantang memberikan peserta didik untuk tidak bosan atau jemu dalam belajar. Sedangkan bermakna membuat pengalaman belajar yang dilalui peserta didik memberikan manfaat dan kegunaan dalam hidup dan kehidupannya sebagai life skill dalam bermasyarakat.

Kejadian atau sebuah musibah yang menimpa dalam kegiatan sekolah merupakan suatu hal yang sangat dihindari dan tidak dikehendaki. Namun dalam sebuah aktivitas manusia, sesuatu yang dinamakan musibah ternyata tidak memilih tempat, waktu dan manusia. Bahkan segala sesuatu yang telah direncanakan dan dihitung dengan sangat matang ternyata mengalami musibah atau kecelakaan.

Kegiatan Pramuka susur sungai yang memakan korban jiwa sebanyak 10 siswa dan korban luka lainnya menimbulkan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam. Pembina dan sekolah tentunya tidak menginginkan terjadi musibah dalam pelaksanaannya. Namun pada hari yang naas tersebut tenyata datangnya air bah yang tidak diduga sebelumnya sehingga menyapu ratusan siswa yang hanya dijaga beberapa guru sehingga tidak mampu memberikan pertolongan.

Kita perlu mencermati beberapa hal:

1. Apakah Susur Sungai ini kegiatan baru pertama kali atau sudah sering atau menjadi agenda tahunan?

2. Apakah kegiatan ini juga sudah disosialisasikan kepada para orang tua murid di awal tahun atau minimal sebelum pelaksanaan?

3. Apakah lokasi itu sering digunakan untuk kegiatan serupa?

4. Apakah pembina melakukan ijin untuk penggunaan sungai tersebut? dst.

Dengan mengidentifikasi beberpa pertanyaan tersebut maka kita akan menentukan berapa besar derajat kesalahan atau kealfaan sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan. Jika hal ini sudah maka pihak Dinas Pendidikan akan berkordinasi dengan pihak berwajib untuk menentukan kadar kealfaan atau kelalaian.

Memang kejadian tersebut memakan korban dan tidak diharapkan oleh semua. Namun terjadinya musibah yang menelan korban tidak serta merta memperlakukan saksi-saksi menjadi tersangka. Apalagi pada penentuan sebagai tersangka guru-guru tersebut diperlakukan seperti penjahat kelas kakap atau residivis kriminal dengan mencukur gundul kepala guru.

Terkait hal itu, Ikatan Keluarga Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) dengan ini menyatakan keprihatinan atas musibah Susur Sungai para siswa-siswi SMPN 1 Turi, Sleman, dan tindak lanjutnya.

1. IKA UNJ berduka cita atas wafatnya anak didik yang tidak berdosa semoga husnul hatimah serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran.

2. IKA UNJ menyesali kegiatan Susur Sungai yang kurang direncanakan secara matang sehingga tidak berjalan semestinya.

3. IKA UNJ mengharap kepada semua lembaga pendidikan untuk benar-benar menyiapkan dan merencanakan secara matang dan berkordinasi dengan pihak-pihak berwenang apabila membawa anak belajar di alam/ luar sekolah.

4. IKA UNJ meminta pihak sekolah dapat bertanggung jawab secara proporsional terhadap pihak-pihak yang bersangkutan.

5. IKA UNJ meminta agar guru-guru yang ditetapkan tersangka agar diberikan pemberian sanksi edukatif dan administratif karena tindakan tersebut bukan merupakan kejahatan namun sebagai kealpaan atau delik culpa levis.

6. IKA UNJ meminta kepada pihak berwajib untuk memperlakukan guru-guru dengan sepatutnya dan sepantasnya sebagai guru.

7. IKA UNJ mengharapkan semua pembina pramuka memiliki pengetahuan dan cketerampilan dalam membina anak- anak didik sesuai standar Kwarnas Pramuka.

8. IKA UNJ mengaharapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersinergi lebih intens untuk menyiapkan pembina-pembina Pramuka.

9. IKA UNJ berharap tidak akan terjadi lagi hal-hal seperti ini dikemudian hari.

10. IKA UNJ memandang perlu adanya pendampingan hukum atau advokasi bagi guru-guru tersebut.

Jakarta, 26 Februari 2020

Sekjen IKA UNJ                                           Ketua Umum IKA UNJ,

Dr. Suherman Saji                                       Juri Ardiantoro, Ph. D.

 

 

Loading...