Beranda News Nasional Pernyataan Sikap PGI Terkait Peristiwa Tolikara

Pernyataan Sikap PGI Terkait Peristiwa Tolikara

137
BERBAGI
Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Henriette T Hutabarat-Lebang (tengah) dalam jumpa pers di Kantor PGI, Sabtu (18/7/2015). Foto: Ist

JAKARTA, Teraslampung.com —  Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengeluarkan pernyataan sikap terkait peristiwa kekerasan yang terjadi pada Jumat (17/07) pada saat umat Muslim sedang melaksanakan Salat Ied di Tolikara. Dalam peristiwa itu, terjadi juga pembakaran masjid dan beberapa kios milik penduduk oleh sekelompok orang, serta ada beberapa orang yang menderita luka tembak.

Dalam kesempatan jumpa pers di Kantor PGI, Salemba, Sabtu (18/07), Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Henriette T Hutabarat-Lebang, didampingi Dirjen Bimas Kristen Oditha R Hutabarat dan Ketum PGLII Pdt. Paparoni Mandang, menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Menyesalkan terjadinya peristiwa Tolikara. Peristiwa tersebut telah menodai ketenangan dan kekhusukan serta kegembiraan umat Muslim dalam merayakan Isul Fitri. Karena itu, PGI mengecam keras terjadinya pembubaran Shalat Ied dan pembakaran rumah ibadah, dalam hal ini masjid. Peristiwa ini amat memprihatinkan karena tidak mencerminkan semangat kerukunan yang terus kita tumbuh kembangkan bersama di Tanah Air yang kita cintai ini.

2. Tindakan kekerasan dalam bentuk apapun dan dengan alasan apapun tidak dapat dibenarkan karena melukai keutuhan kita sebagai bangsa dan tidak mencerminkan sikap mengasihi semua orang yang diajarkan oleh Yesus Kristus. Terutama jika hal itu dilakukan ketika umat sedang menjalankan ibadah.

3. Indonesia adalah Negara Kesatuan berdasarkan hukum. Karena itu untuk memelihara keutuhan tersebut, tidak ada satu kelompok berdasarkan latarbelakang apapun yang dapat mengkapling satu daerah tertentu sebagai daerahnya. Setiap warga negara Indonesia apapun latarbelakangnya, mempunyai hak untuk hidup di wilayah manapun dalam negara Kesatuan Republik Indonesia, dan bebas menjalankan ibadahnya.

4. Meminta agar pemerintah segera mengusut tuntas siapapun pelaku peristiwa ini dan segera melakukan tindakan sesuai dengan ketentuan hukum. PGI juga berharap agar aparat kepolisian dan keamanan bisa bertindak cepat untuk memulihkan rasa aman masyarakat Tolikara dan sekitarnya. PGI menyesalkan bahwa pemerintah termasuk aparat keamanan kurang tanggap mengantisipasi terjadinya peristiwa ini.

5. Mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan tidak terpancing oleh provokasi-provokasi yang dapat memperkeruh situasi.

6. PGI meminta kepada Pemerintah untuk mengusut akar masalah dari berbagai peristiwa konflik di Papua dan terus mengupayakan dialog dengan masyarakat Papua agar Papua damai sungguh dapat terwujud. Dalam proses ini hendaknya Pemerintah mengedepankan pendekatan sosio-kultural ketimbang hanya pendekatan keamanan.

7. Mengingat informasi yang masih simpang siur, PGI meminta kepada Komnas HAM untuk segera mengirim tim untuk menginvestigasi peristiwa tersebut secara objektif dan transparan.

8. PGI mendoakan semua korban dari peristiwa ini dan semoga situasi damai di Tolikara cepat pulih kembali.

PGI juga menyampaikan selamat Hari Raya Idul Fitri 1436H kepada saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang beragama Islam, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah menolong kita!

Loading...