Beranda News Bandarlampung Perpisahan KKN Kebangsaan, Herman HN: Jangan Mau Diadu Domba

Perpisahan KKN Kebangsaan, Herman HN: Jangan Mau Diadu Domba

420
BERBAGI
Herman HN pada acara peripisahan dengan ratusan mahasiswa KKN Kebangsaan dari puluhan universitas, Sabtu malam (25/8/2018)

TERASLAMPUNG.COM — Walikota Bandarlampung Herman HN berpesan kepada para mahasiswa agar menjaga kekompakan untuk membangun Indonesia ke depan dan tidak mau diadu domba dengan isu SARA.

“Jangan mau diadu domba dengan isu SARA, jangan mau dikotak-kotakkan. Kita harus kompak untuk membangun Indonesia. (Kalau kita bersatu) sampai kiamat Indonesia tetap ada,” kata Herman hn pada  acara perpisahan mahasiswa KKN Kebangsaan dari 55 universitas, di Rumah Dinas Walikota Bandarlampung, Sabtu malam (25/8).

Kepada 642 mahasiswa dari 55 universitas yang mengikuti KKN Kebangsaan di tiga kabupaten di Provinsi Lampung, Walikota Herman HN menceritakan keberhasilannya membangun Kota Bandarlampung antara lain adanya 8 jalan layang dan 1 under pass.

“Selama hampir 8 tahun menjadi walikota saya berhasil mengubah pendapatan daerah dari Rp.80 milyar menjadi Rp.800 milar. Untuk mengurangi kemacetan sudah dibangun 8 jalan layang dan 1 underpass,” jelas Herman HN.

Pada Kesempatan yang sama Rektor Unila Hasriadi Mat Akin mengatakan, Provinsi Lampung bukan milik orang Lampung saja tapi milik Indonesia oleh sebab itu jangan merasa sungkan – sungkan di sini.

“Di sini (Lampung) multi etnis hampir semua suku di Indonesia ada di sini dan hidup dengan damai, saya contohkan orang jawa kalau ingin pulang kampung ke Pekalongan tidak usah repot – repot, di sini ada kota namanya Pekalongan dan banyak lagi nama daerah – daerah yang berasal dari jawa,” canda Hasriadi Mat Akin.

Sementara itu menurut Ketua BP-KKN Unila Sri Waluyo menjelaskan KKN kebangsaan merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Kemeristek Dikti, di tahun 2018 Provinsi Lampung Lampung menjadi tuan rumah kegiatan tersebut

“Tahun 2017 kegiatan KKN kebangsaan dilaksanakan di Gorontalo, sedangkan pada tahun 2019 ada 3 calon yaitu Marauke, Madura dan Ternate,” kata Sri Waluyo

Lebih lanjut dia menjelaskan tahun 2018 KKN Kebangsaan di Provinsi Lampung diikuti 642 mahasiswa dari 55 perguruan tinggi, mereka disebar di 3 kabupaten yaitu Lampung Timur, Tanggamus dan Tulangbawang Barat.

Pada bagian lain dua mahasiswa dari Aceh dan Kepri mengungkapkan kepada teraslampung.com selama 1 bulan di Lampung mereka banyak melakukan sosialisasi tentang pentingnya pendidikan bagi masa depan, sebab di tempat KKN mereka rata – rata pendidikannya hanya sampai tingkat menengah.

“Di tempat saya KKN di Desa Guring, Pematang Sawa, Tanggamus banyak warga hanya tamat SMP saja, kemudian mereka cari kerja tidak mau sekolah lagi,” kata Bahagia Saputra mahasiswa Fakultas ekonomi jurusan ekonomi Islam Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, Aceh.

Hal yang sama diungkapkan Tesa mahasiswa Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji, Kepri, dia KKN di Desa Tunas Asri Tulang Bawang Tengah, Tubabar yang juga rata – rata pendidikan warganya hanya setingkat SMP, setelah itu menikah atau bekerja di perkebunan pisang.

“Kami hadir di sana memberikan motivasi agar warga mau melanjutkan pendidikannya tidak hanya sampai di SMP saja, kami kasih semangat kepada warga,” ujar Tesa.

Yang membahagiakan kata kedua mahasiswa asal Aceh dan Kepri tersebut, tempat mereka melaksanakan KKN kebangsaan warganya sangat ramah dan menyambut baik kedatangan mereka.

Dandy Ibrahim

Loading...