Beranda News Pusiban Pertama di Indonesia, Aplikasi Smartphone Dekranasda Diluncurkan di Pesawaran

Pertama di Indonesia, Aplikasi Smartphone Dekranasda Diluncurkan di Pesawaran

87
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung Riana Sari Arinal meluncurkan aplikasi smartphone Dekranasda pertama di Indonesia di Kabupaten Pesawaran, Jumat (18/10/2019). Kegiatan tersebut bersamaan dengan peresmian Gedung Galeri Tapis Negeri Katon di Jalan Branti Raya.

Aplikasi smartphone Dekranasda Kabupaten Pesawaran merupakan pertama di Indonesia. Aplikasi ini hasil kerjasama dengan Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya (IBI Darmajaya) yang dapat diunggah melalui Play Store di smartphone sehingga dapat diakses dimana pun dan kapan pun.

Dengan aplikasi ini, masyarakat bisa memilih produk yang diinginkan mulai dari kain tapis hingga produk olahan makanan. Aplikasi ini juga dilengkapi fitur untuk transaksi jual beli dan proses pengirimannya.

“Aplikasi ini sangat bagus, kita bisa beli tapis Lampung dan khas Lampung lainnya dimana pun kita. Dan dengan adanya galeri ini diharapkan dapat menampung semua jenis Tapis dan Kerajinan khas daerah lainnya,” ujar Riana.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Pesawaran Nanda Indira Dendi mengatakan bahwa kegiatan ini untuk mendorong dan menumbuhkan para Pengrajin Tapis dan Industri Iainnya yang ada di Kabupaten Pesawaran untuk terus berkarya dan menciptakan produk-produk yang inovatif.

“Dengan diresmikannya Galeri Tapis ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para Pengrajin Tapis dan industri Iainnya untuk membantu mengenalkan produk-produk yang dihasilkan,” ujar Nanda.

Nanda menjelaskan Galeri Tapis Kecamatan Negeri Katon memiliki lokasi yang cukup strategis, karena sebagai akses jalur yang dekat dengan Bandara Radin Inten II.

“Selain itu, Desa Negeri Katon merupakan salah satu Kampung Tapis yang ada di Kabupaten Pesawaran. Terdapat banyak Jumlah Pengrajin Tapis yang ada di Kecamatan Negeri Katon yaitu sebanyak 273 Pengrajin,” katanya.

Peresmian Gedung Galeri Tapis ditandai dengan penandatanganan prasasti Riana Sari Arinal, didampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Pesawaran Nanda Indira Dendi Ramadona.

“Galeri ini sebagai upaya untuk promosi. Bisa pula dilakukan melalui media sosial. Ini juga untuk dapat memancing berbagai kalangan untuk datang ke Galeri Tapis ini,” kata Riana.

Riana mengatakan Provinsi Lampung memiliki berbagai kerajinan tradisonal khas daerah yang telah menembus pasar nasional hingga internasional salah satunya kain tapis.

Selain itu, Kabupaten Pesawaran sendiri merupakan Kabupaten yang terletak di Provinsi Lampung yang masyarakatnya sebagian kecil menjadi pengrajin tapis, salah satunya di Desa Negeri Katon, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran dan sudah menjadi Sentra Kampung Tapis.

“Telah banyak wisatawan yang berkunjung ke kampung tapis ini untuk melihat cara pembuatan kain tapis. Kita patut bangga karena kain tapis dibuat dengan keterampilan masyarakat yang tinggi dalam melestarikan kebudayaan daerah dan menjadi kebanggaan Masyarakat Lampung sehingga menjadi ikon pakaian adat Lampung yang wajib untuk dilestarikan kepada generasi selanjutnya,” ujarnya.

Riana mengaku dirinya merasa sangat antusias akan perkembangan kain Tapis dan produk-produk kerajinan Pesawaran. “Semoga ini dapat terus ditingkatkan dan diperkenalkan tidak hanya nasional tetapi juga internasional,” katanya.

Riana berharap Galeri Tapis Negeri Katon t dapat menunjang dan mendukung sektor pariwisata Kabupaten Pesawaran.

“Perlu diingat agar keberadaan galeri ini harus dijaga, dirawat dan dikembangkan, tentunya peran pemerintah daerah khususnya Kabupaten Pesawaran untuk menopang kegiatan galeri tapis ini. Dekranasda Kabupaten Pesawaran juga jangan ragu untuk bekerjasama dengan Dekranasda Provinsi Lampung terutama dalam mengembangkan produk kerajinan daerah,” ujarnya.

Riana mengatakan akan terus berkomunikasi dengan Bank Indonesia, Bank Lampung dan beberapa BUMN untuk menjadi mitra binaan bagi para pengrajin di Dekranasda.

“Sehingga ke depan akan ada nilai lebih untuk para pengrajin kita,” katanya.

 

Loading...