Beranda Teras Berita Pertamina: Banyaknya Antrean di SPBU karena ada Pengaturan Kuota BBM

Pertamina: Banyaknya Antrean di SPBU karena ada Pengaturan Kuota BBM

146
BERBAGI
SPBU (Foto: dok vivanews)

Dewi Ria Angela/Teraslampung.com

Antrean di SPBU. (dok viva.co.id)

JAKARTA, Teraslampung.com—PT Pertamina (Persero) mengklaim banyaknya  antrean calon pembeli bahan bakar minyak ((BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sejumlah wilayah di Indonesia bukan karena kelangkaan BBM bersubsidi.  Pertamina menegaskan, antrean tersebut terjadi karena memang Pertamina melakukan pengaturan kuota BBM akar stok BBM cukup hingga akhir tahun.

“PT Pertamina (Persero) sebagai salah satu badan usaha penyalur BBM bersubsidi, mulai mengatur kuota BBM bersubsidi guna memastikan agar kuota solar dan premium cukup hingga akhir tahun sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2014 tentang APBN 2014,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir, Senin (25/8).

Ali Mundakir mengatakan, berdasarkan APBN-P 2014, kuotaBBM bersubsidi dikurangi dari 48 juta kiloliter menjadi 46 juta kiloliter.Sesuai dengan amanat tersebut, maka Pertamina harus melakukan pengaturan kuota per harinya untuk memastikan BBM bersubsidi cukup hingga akhir tahun 2014.

“APBN-P 2014 telah menggariskan bahwa kuota BBM bersubsidi tidak boleh melampaui kuota yang telah ditetapkan. Dengan kondisi tersebut maka hanya ada dua pilihan. Pertama, menyalurkan BBM bersubsidi secara normal dengan konsekuensi kuota BBM bersubsidi habis sebelum akhir tahun, yaitu pertengahan November untuk solar dan pertengahan Desember untuk premium. Selanjutnya masyarakat harus membeli BBM nonsubsidi hingga akhir tahun,” kata dia.

Kedua, mengatur volume penyaluran setiap harinya sehingga kuota BBM bersubsidi bisa cukup hingga akhir tahun.

Menurut Ali, Pertamina memilih melakukan pengaturan BBM bersubsidi secara prorata sesuai alokasi volume BBM bersubsidi untuk masing-masing SPBU dan lembaga penyalur lainnya yang telah dilakukan terhitung sejak 18 Agustus 2014.

Ia menyebutkan, untuk tetap menjamin ketersediaan BBM di masyarakat, Pertamina telah menyediakan BBM nonsubsidi yang meliputi pertamax, pertamax plus, pertamina dex, dan solar nonsubsidi.

“Jadi, terjadinya fenomena antrean dan disusul habisnya BBM bersubsidi pada sore hari di SPBU bukan merupakan kelangkaan BBM, tapi konsekuensi dari penyaluran BBM bersubsidi yang disesuaikan dengan kuota yang tersedia. Stok BBM yang ada di Pertamina saat ini berada pada level di atas 18 hari kebutuhan nasional,” ujarnya.

Habisnya alokasi harian BBM bersubsidi di SPBU pada sore hari, kata Ali,  merupakan konsekuensi logis dari pengaturan penyaluran BBM bersubsidi sesuai dengan sisa kuota yang telah ditetapkan dalam UU APBN-P 2014.

“Dengan pengaturan ini, sangat diharapkan pengertian dan kesadaran masyarakat pengguna mobil pribadi mulai membiasakan diri menggunakan BBM nonsubsidi,” kata Ali.

Seperti banyak diberitakan media, beberapa hari terakhir ini antrean panjang selalu terjadi di SPBU di sejumlah daerah di Indonesia. Calon konsumen banyak yang harus antre satu jam untuk bisa mengisi tangki kendaraannya.

Loading...