Pertemuan Ibu-Ibu Komunitas Pemilih Jokowoi: “Jokowi Itu Suami Ideal, Sederhana, Bertanggung Jawab…”

  • Bagikan

Ahmad Marhaen/Teraslampung.com

Joko Widodo

PALEMBANG – Sejumlah  ibu rumah tangga di Palembang menilai sosok Jokowi merupakan “suami ideal” bagi mereka. Jokowi yang dinilai lelaki yang bertanggungjawab, percaya diri, pintar, tapi sederhana dan tidak sombong.

“Sosok Pak Jokowi itu terjangkau oleh kami. Sebab kami tidak cantik, yang mungkin sulit mendapatkan suami seperti Ahmad Dani. Sosok Jokowi itu mirip suami kami. Dia bukan lelaki yang ganteng, gagah, kaya, cakep, jagoan, yang banyak dimimpikan banyak perempuan sekarang ini, tapi nyatanya tidak mungkin didapatkan perempuan seperti kami yang
miskin,” kata Ibu Mimin (49), warga Kertapati Palembang.

Kenapa Jokowi merupakan sosok suami ideal? “Ya, dia terlihat suka bekerja, bertanggungjawab, percaya diri, pintar, sederhana dan tidak sombong. Dan mungkin tidak terkena penyakit orang kaya, seperti suka korupsi, sombong, berjudi dan menggunakan narkoba,” katanya.

Ibu Mimin pun percaya sosok Jokowi dapat menjadi cerminan bagi kaum lelaki dari masyarakat Indonesia, khususnya dari masyarakat biasa.  “Ternyata tidak ganteng, gagah, dan kaya, dapat menjadi pemimpin. Asal hidupnya lurus, jujur, tegas, dan percaya diri atau tidak tergoda
dengan penyakit orang-orang kaya dan hebat itu,” katanya.

Pernyataan Ibu Mimin ini disampaikan saat diskusi atau pertemuan kampung yang digelar Komunitas Pemilih Jokowi (KPJ) di Kertapati Palembang, Selasa (3/6/2014).

Diskusi yang diikuti para ibu, yang sebagian dari kaum miskin kota ini, guna mengumpulkan berbagai aspirasi, yang kemudian akan disampaikan ke Jokowi.

“Kami tahu banyak pemilih yang belum menentukan pilihan. Tapi sebenarnya mereka sudah punya pilihan. Tapi lantaran tidak disentuh mereka menjadi riskan oleh kemungkinan pembelian suara. Kegiatan ini merupakan upaya menjaga sikap mereka menjadi tidak pragmatis,” kata
Ferdian Andreas Lacony, ketua KPJ.

Menurut Ferdian, target dari KPJ yakni para ibu rumah tangga dari kaum miskin di Palembang, yang umumnya bekerja sebagai pembantu rumah tangga atau menjadi pedagang kecil di pasar atau membuka usaha kecil di rumahnya.

“Data yang baru kumpulkan belum banyak. Baru berkisar 800 ibu rumah tangga. Target kami tentu saja sebanyaknya. Dan semoga dari apa yang kami temui akan mampu menyebarkan apa-apa yang baik dari sosok Jokowi kepada masyarakat,” katanya.

  • Bagikan