Beranda News Nasional Pesawat R80 Buatan BJ Habibie Masuk Proyek Prioritas Jokowi

Pesawat R80 Buatan BJ Habibie Masuk Proyek Prioritas Jokowi

197
BERBAGI
Presiden Joko Widodo (kanan) mendengarkan penjelasan dari Presiden ke-3 RI BJ Habibie (kedua kiri) mengenai pesawat R80. Pesawat R80 dirancang oleh PT Regio Aviasi Industri (RAI), dimana perusahaan ini khusus mengembangkan pesawat R80 yang merupakan lanjutan dari pesawat N250 yang juga hasil ciptaan Habibie. ANTARA
Presiden Joko Widodo (kanan) mendengarkan penjelasan dari Presiden ke-3 RI BJ Habibie (kedua kiri) mengenai pesawat R80. Pesawat R80 dirancang oleh PT Regio Aviasi Industri (RAI), dimana perusahaan ini khusus mengembangkan pesawat R80 yang merupakan lanjutan dari pesawat N250 yang juga hasil ciptaan Habibie. ANTARA

TERASLAMPUNG.COM — Pesawat R80 yang dikembangkan B.J. Habibie masuk dalam salah satu dari tiga program Proyek Strategis Nasional yang dikelola oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, menyebutkan salah satu program dalam PSN tersebut adalah terkait pesawat terbang.

“Program yang ke dua adalah pesawat terbang. Ada yang akan dikembangkan oleh Kementerian Perindustrian, ada yang dikembangkan oleh almarhum Pak Habibie,” ujarnya dalam Seminar Nasional Infrastruktur Menuju Indonesia Maju 2024 di Jakarta, Rabu, 2 Oktober 2019.

Diketahui kelanjutan proyek pesawat terbang yang dikembangkan Habibie terus dilakukan oleh Regio Aviasi Industri (RAI)-sebuah perusahaan yang didirikan olehnya pada 2012 silam.

Seperti dikutip dari laman resmi RAI, pesawat R80 didesain mampu menampung hingga 90 penumpang. Dengan penggabungan struktur desain yang canggih dan mesin yang memiliki efisiensi tinggi, pesawat ini digadang-gadang minim biaya operasional.

Berdasarkan data dari Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) pengembangan pesawat R80 membutuhkan dana sebesar Rp 6,75 triliun.

Selain dari APBN, program itu diharapkan juga didanai oleh BUMN dan swasta. Ditargetkan proyek itu mulai dikerjakan pada 2023. Selain itu, upaya pendanaan dari crowd funding juga dilakukan oleh komunitas diaspora yang tersebar di banyak tempat.

Tempo

Loading...