Pesawat Swan Air terbakar di Bandara Soetta, 5 tewas, 60 luka-luka

  • Bagikan
Pesawat Swan Air terbakar di bandara Soetta (dok thebantenjournal.com)

TANGERANG, Teraslampung.com–Lima orang tewas dan 60 lainnya dari 350 penumpang mengalami luka berat dan sedang setelah pesawat Swan Air RR-235 tipe B737-200 yang terbang dari Sydney, Australia terbakar saat melakukan pendaratan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Kamis.


“Pilot pesawat bernomor registrasi JR-XXX sebelumnya telah memberitahukan kepda petugas Air Traffic Control (ATC) Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Approach Radar bahwa pesawat mengalami gangguan pada Nose Wheel Gear,” ujar Bram Bharoto Tjiptadi, senior general manager PT Angkasa Pura, operator Bandara Internasional Soekarno-Hatta di lokasi kejadian.

Kemudian Pilot meminta clearance pada petugas ATC bahwa pesawat akan melakukan Fly Pass di atas runway 25 R (utara) satu putaran dalam kondisi nose wheel gear dalam posisi miring (out of position sehingga pesawat tersebut harus melakukan prosedur dumping fuel.

Mendapat informasi dari pilot tersebut, otoritas bandara segera melakukan tindakan disaster response dengan mengerahkan seluruh satuan tugas terkait antara lain : Pemadam Kebakaranm, Imigrasi, Bea & Cukai, Kantor Kesehatan,  Kepolisian, Airport security untuk meluncur ke lokasi pesawat di Main Fire Station PKP-PK Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 

Api berhasil dipadamkan dalam tempo 3 menit, seluruh penumpang yang histeris segera dievakuasi ke holding area untuk didata dan diberikan pertolongan pertama. Jumlah passenger on board adalah sebanyak 350 orang, dengan jumlah korban luka berat sebanyak 20 orang, luka sedang sebanyak 40 orang, dan 5 orang meninggal dunia. 
Tri S. Sunoko, direktur utama PT Angkasa Pura II mengatakan bahwa ini hanyalah simulasi latihan Penanggulangan Keadaan Darurat yang merupakan program rutin seluruh kantor Cabang PT Angkasa Pura II setiap dua tahun sekali di masing-masing bandara untuk mengevaluasi kinerja setiap Bandara. 
“Yang dievaluasi adalah terkait dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM), peralatan yang digunakan, maupun respon time, yang telah menjadi ketentuan International Civil Aviation Organization (ICAO), yaitu tiga menit,” ujarnya. 
Skenario pada Latihan PKD tersebut  penanganannya disajikan secara riil dan sesuai dengan prosedur dokumen AEP yang berlaku di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, di antaranya adalah: latihan komando, komunikasi dan koordinasi, serta pengaktifan EOC, latihan penanggulangan keadaan darurat aircraft accident oleh PKP-PK Bandara Internasional Soekarno-Hatta, latihan pengaturan koordinasi lapangan (command post), latihan penanganan korban di collection area, triage area, care area dan pengangkutan korban ke rumah sakit rujukan.
Senior General Manager Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta, Bram Bharoto Tjiptadi menyampaikan bahwa selain diatur Undang-Undang, latihan ini merupakan wujud peningkatan pelayanan PT Angkasa Pura II (Persero) kepada pengguna jasa Bandara, karena akan terjadi proses evaluasi terhadap fungsi komando,  koordinasi, komunikasi antar seluruh unit fungsional terkait, serta evaluasi terhadap peralatan operasional yang digunakan.

  • Bagikan