Beranda Hukum Peserta Diksar UKM Cakrawala Tewas, Polisi Tetapkan 17 Mahasiswa FISIP Unila Sebagai...

Peserta Diksar UKM Cakrawala Tewas, Polisi Tetapkan 17 Mahasiswa FISIP Unila Sebagai Tersangka

2237
BERBAGI
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Lampung, Kombespol M.Barly Ramadhani, menjelaskan kasus tewasnya mahasiswa Sosiologi Unila dalam diksar UKM Cakrawala di Padangcermin.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Lampung, Kombespol M.Barly Ramadhani, menjelaskan kasus tewasnya mahasiswa Sosiologi Unila dalam diksar UKM Cakrawala di Padangcermin.

TERASLAMPUNG.COM — Polres Pesawaran telah menetapkan 17 mahasiswa FISIP Universitas Lampung (Unila) sebagai tersangka dalam kasus tewasnya Aga Trias Tahta (19) mahasiswa jurusan Sosiologi FISIP Unila saat mengikuti pendidikan dasar UKM pecinta alam “Cakrawala” FISIP Unila, di Padangcermin, Minggu (29/9/2019).

BACA: Mahasiswa Baru Sosiologi Unila Meninggal Saat Diksar di Padangcermin

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Lampung, Kombespol M.Barly Ramadhani, dari 17 orang tersangka tersebut mempunyai peranan masing masing dalam kasus tersebut.

“Sebanyak 15 orang tersangka dikenakan Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 351 KUHP, sedqngkan dua lainnya dikenakqn Pasal 359 KUHP dan atau 360 KUHP,” kata Barly saat konfernsi pers di Polda Lampung, Rabu (9/10/2019).

Barly menjelaskan para tersangka semuanya adalah panitia penyelenggara dari UKM Cakrawala FiSIP Unila.

Menurut Barly, dari 17 tersangka hanya 15 orang yang melakukan penganiayaan sehingga korban Aga tewas. Dua lainnya diproses hukum karena dinilai melakukan kelalaian yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Polda Lampung mendukung Polres Pesawaran dengan menerjunkan dua personel IT di Polres Pesawaran untuk membantu kasus ini dengan memeriksa rekaman visual dan audio visual yang dibuat panitia pelaksana terkait kegiatan Diksar ini,” jelasnya.

Ke depan, kata Barly, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pendalaman terkait tanggungjawab pihak kampus yang memberi ijin kegiatan Diksar ini.

“Pihak kampus Unila terbuka terhadap kami. Di dalam pendalaman nanti tidak menutup kemungkinan wakil dekan III FISIP Unila akan dipanggil dandimintai keterangan juga,” katanya.

Selain itu, kasus tewasnya Aga, Polda Lampung juga menerima laporan dari seorang mahasiswa Fakultas Hukum Unila atau dari keluarga peserta pendidikan dasar Mahasiswa Hukum Pencinta Alam (Mahusa) Fakultas Hukum Unila.

Salah satu peserta diksar yang digelar Mahusa juga diduga mengalami kekerasan dalam diksar yng dilaksanakan pada 13-16 September 2019 di Padangcermin Kabupaten Pesawaran.

Satu orang korban mengalami luka luka karena kegiatan Diksar tersebut. Korban telah dibawa ke rumah sakit setempat dan telah divisum.

“Dari hasil visum dan cek TKP memang telah terjadi Diksar di Padangcermin Kabupaten Pesawaran. Jumat ini akan diperiksa 10 saksi panpel Diksar .Dan minggu depan sudah akan ditetapkan sebagai tersangka. Bila dalam pemeriksaan ada unsur penganiyaan maka akan dinaikkan dari lidik menjadi penyidikan,” ujarnya.

Mas Alina Arifin

Loading...