Beranda Seni Sastra Pesta Puisi Muntok 2018 Murni Digagas Komunitas Literasi

Pesta Puisi Muntok 2018 Murni Digagas Komunitas Literasi

255
BERBAGI
Ruang dalam Pesanggrahan Menumbing di Bukit Menumbing, Muntok, Bangka Barat, Provinis Bangka Belitung.

TERASLAMPUNG.COM — Pesta Puisi Muntok 2018 yang diagendakan akan dihelat pada April 2018 mendatang murni digagas komunitas literasi setempat.

Hal itu dikatakan Rita Orbaningrum, sekretaris panitia mewakili ketua umum Dr Asyraf Suryadin dan ketua pelaksana Bambang Seno.

Perempuan yang sehari-hari guru SLTA dan berguat di Kominitas Baca Ceria Muntok, panitia akan berupaya mencari bantuan dari pemda setempat dan Pemprov Bangka Belitung.

“Selain dari bantuan pemda dan sponsorship perusahaan di Babel, kami tidak mengajukan proposal ke pihak lain. Ini saya tegaskan untuk mengklarifikasi adanya kecurigaan acara ini mendapat bantuan seseorang,” tegasnya.

Keikutsertaan sastrawan dari luar Babel seperti Isbedy Stiawan ZS (Lampung) dan Anwar Putra Bayu (Sumatra Selatan) hanya untuk memberi masukan kepada panitia, baik pemakalah maupun penyair peserta.

“Anwar Putra Bayu diminta karena kedekatan dengan Muntok, lalu ia mengajukan Isbedy untuk mebantunya. Jadi tak ada kaitan keterlibatan pihak lain,” lanjutnya.

Rita mengatakan itu, demi Pesta Puisi Muntok 2018 bebas dari stigma negatif misalnya didanai Denny JA atau tokoh politik dan parpol. Mengingat acara ini juga digelar menjelang pilkada serentak.

“Kami hanya ingin membangun kehidupan literasi khususnya di Bangka Barat,” katanya.

Untuk diketahui, Pesta Puisi Muntok 2018 akan digelar pada April 2018 mendatang. Acara ini digagas komunitas literasi Bangka Belitung.

Kegiatan sastra di Muntok dengan tema “Menumbing dalam Kenangan” akan melibatkan para penyair se Indonesia.

Selain temu penyair dan baca puisi, acara ini akan menghelat seminar, bazar buku sastra, dan city tour.

Pemakalah dalam helat ini di antaranya Taufik Rahzen, Suminto A Sayuti, dan Sunlie Thomas Alexander. Selain penyair, peserta seminar melibatkan para pelajar, mahasiswa, guru dan dosen serta pecinta literasi se Bangka Belitung, dan peserta luar negara serumpun sebagai peninjau.