Beranda Hukum Narkoba Pesta Sabu di Kamar Kos, Dua Gadis Kakak Beradik Diciduk Polisi

Pesta Sabu di Kamar Kos, Dua Gadis Kakak Beradik Diciduk Polisi

634
BERBAGI
Yessi Putri Pratama Chandra (24) dan Sinta Rizki Chandra (20) saat akan diperiksa di kantor polisi.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Aparat Polsekta Kedaton meringkus kakak beradik Yessi Putri Pratama Chandra (24) dan Sinta Rizki Chandra (20), warga Jalan Kepayang Perum Ragom Gawi II, Gang Mufakat, Kelurahan Rajabasa Pemuka,  di kamar kosnya di Jalan Kepayang, Kelurahan Rajabasa Pemuka, Selasa (2/5/2017) sekitar pukul 00.45 WIB.

Kakak beradik yang berprofesi sebagai pemandu lagu (PL) itu dicokok polisi saat sedang menggelar pesta sabu-sabu

Kapolsekta Kedaton, Kompol Bismark mengatakan, petugas menangkap tersangka Yessi dan Sinta, saat mereka sedang menggelar pesta sabu-sabu di kamar kosnya di Jalan Kepayang, Kelurahan Rajabasa Pemuka.

“Tersangka Yessi dan Sinta ini adalah kakak beradik, keduanya bekerja sebagai pemandu lagu (PL) Cafe di Bandarlampung,”ujarnya, Selasa (2/5/2017).

Dari penangkapan kedua tersangka, petugas menyita satu paket kecil sabu-sabu, satu plastik klip bening sisa pakai sabu, pirek, seperangkat alat isap (bong) dan korek api gas.

Dikatakannya, penanangkapan kedua tersangka tersebut, berdasarkan atas informasi masyarakat bahwa di tempat kosan yang berada di Jalan Kepayang, Kelurahan Rajabasa Pemuka sering dijadikan tempat pesta narkoba. Dari informasi itu, langsung tindaklanjuti dan dilakukan penyelidikan di lokasi yang dimaksud.

“Ternyata benar, di salah satu kamar kos petugas mendapati Yessy dan adiknya Sinta sedang mengkonsumsi sabu-sabu. Saat itu juga, petugas menangkap keduanya,”ungkapnya.

Bismark mengutarakan, dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka kakak beradik ini mengaku baru satu bulan terakhir mengkonsumsi sabu-sabu. Mereka mendapatkan barang haram tersebut, dengan cara membeli dari seorang bandar berinisial H yang baru dikenalnya di Cafe tempatnya bekerja.

“Satu paket kecil sabu dibeli Yessi dan Sinta, seharga Rp 200 ribu kepada pemasoknya tersangka H yang saat ini masih dalam pencarian. Tersangka kakak beradik ini, beli barang haram itu dengan cara patungan,”jelasnya.

Loading...