Beranda Teras Berita Pesta Sabu, Dua Honorer Pol PP Pemkot Bandarlampung dan Pemprov Diringkus Polisi

Pesta Sabu, Dua Honorer Pol PP Pemkot Bandarlampung dan Pemprov Diringkus Polisi

169
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Ilustrasi

BANDARLAMPUNG – Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung menangkap April alias Pim (30) dan  A. Rahman (37) karena mengisap sabu-sabu, . Pegawai honorer Satuan Polisi  Pamong Praja (Satpol PP) Pemprov Lampung dan Satpol PP Kota Bandarlampung itu ditangkap di dua lokasi berbeda, belum lama ini

Dari tangan tersangka April, polisi menyita  barang bukti satu bungkus paket sabu sisa pakai dan seperangkat alat isap sabu (bong). Sedangkan dari tersangka Rahman, ditemukan barang bukti berupa enam bungkus plastik bening sisa pakai sabu dan dua buah pipa kaca (pirek).

Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Agustinus Berlianto Pangaribuan melalui Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Lampung, AKBP Ivan Setiadi mengatakan, penangkapan kedua pegawai honor Satpol PP Pemprov dan Pemkot tersebut, berawal dari adanya informasi masyarakat yang diterima petugas Direktotarat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Lampung pada Selasa (26/6) lalu. Bahwa dirumah kedua tersangka didaerah di daerah Gedung Pakuon, Telukbetung Selatan, sering dijadikan tempat untuk pesta narkoba.

“Ada dua informasi yang kami terima pada hari itu. Saya langsung perintahkan anggota untuk menyelidiki informasi itu. Alhasil keduanya berhasil ditangkap saat berada di rumahnya masing-masing,”kata Ivan Setiadi, dalam ekspose kasus, Rabu (8/7).

Ivan menjelaskan, petugas pertama kali menangkap tersangka April saat sedang tidur di dalam kamar sekitar pukul 07.00 WiB. Petugas langsung melakukan penggeledahan dan ditemukan sejumlah barang bukti.

“Sedangkan tersangka Rahman, ditangkap 15 menit kemudian di rumahnya setelah petugas menagkap tersangka April. Setelah kami tes urine, keduanya positif menggunakan narkoba jenis sabu,”ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka April, sambung Ivan, sabu-sabu tersebut diperoleh tersangka dari seorang bandar bernama Yanto (DPO) seharga Rp200 ribu per paket sedang. Sementara tersangka Rahman, mendapatkan sabu dari seorang bandar bernama Yono (DPO)
seharga Rp200 ribu per paket sedang.

Setelah mendapat keterangan dari April dan Rahman, kami lakukan pengejaran terhadap Yanto dan Yono. Namun keduanya sudah tidak ada di rumahnya, keduanya melarikan diri sebelum petugas datang. Saat ini kedua pemasok sabu-sabu, ditetapkan sebagai DPO

“Ya kalau pengakuan dari April dan Rahman, mengonsumsi sabu-sabu agar badannya selalu fit saat sedang bertugas jaga malam dan baru tiga bulan keduanya mengkonsumsi sabu,”jelasnya.

Ivan menambahkan, untuk tersangka Rahman, pihak dari Satpol PP Pemkot Bandarlampung telah mengetahui penangkapan tersebut. Tersangka Rahman sudah langsung dipecat dari
Satpol PP Kota Bandarlampung, setelah ketahuan soal penangkapan ini.

“Sementara untuk tersangka April, saya belum tahu sudah dipecat apa belum. Karena, belum ada surat pemecatannya dari pihak Pemprov. Kalau tersangka Rahman, surat pemecatannya ada dan sudah kami terima dari Kepala Sat Pol PP nya,”tandasnya.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat 1 sub Pasal 127 ayat 1 UU RI No.35 tahun 2009, dengan ancaman hukuman pidana paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun penjara.

Loading...