Beranda Ruwa Jurai Petambak Bumi Dipasena Gencarkan Revitalisasi Tambak Secara Mandiri

Petambak Bumi Dipasena Gencarkan Revitalisasi Tambak Secara Mandiri

667
BERBAGI
Doa bersama msyarakat petambak Bumi Dipasena sebelum mengeruk saluran ari dalam rangka revitalisasi tambak secara mandiri, Sabtu (31/10/2015). 
Doa bersama msyarakat petambak Bumi Dipasena sebelum mengeruk saluran ari dalam rangka revitalisasi tambak secara mandiri, Sabtu (31/10/2015). 

Teraslampung.com — Di tengah terpaan musim kemarau yang disebabkan El Nino,  hampir semua sektor agribisnis mengalami penurunan yang signifikan, tak terkecuali usaha budidaya udang windu di Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulangbawang.

Meski didera aneka tantantan,  para petambak mandiri di Bumi Dipasena tetap melanjutkan program pembangunan revitalisasi mandiri Bumi Dipasena. Antara lain dengan mengeruk saluran air dan memperbaiki pintu air di Kampung Bumi Dipasena Agung, Sabtu (31/10).

Wakil Ketua P3UW Lampung, Towilun, mengatakan saat ini adalah waktunya untuk membangun  dan berbenah.

“Dalam kondisi sulit,  jika kita hanya menyalahkan maka tidak ada jalan keluar yang dapat kita lakukan. Aapa yang kita mulai hari ini, harapannya dapat menjadi satu momentum baru kebangkitan semangat budidaya udang di Bumi Dipasena, Revitalisasi ini akan kita lanjutkan sebagai amanah untuk kesejahteraan kita bersama, ” kata Towilun.

Dalam kegiatan itu, mereka lebih dulu menggelar doa bersama. Turut serta hadir pada acara itu, antara lain,  Camat Rawajitu Timur , Amad S.Pd.

Amad  menyampaikan  kebanggaannya kepada masyarakat  dan berjanji akan melaporkan perkembangan Revitalisasi Mandiri kepada seluruh pihak Khususnya pada Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang.

“ Kita semua berharap apa yang dilakukan oleh masyarakat di kecamatan rawajitu timur ini mendapat dukungan dan respon positif dari pemerintah daerah maupun pusat,  jika semangat masyarakat mendapat dukungan lebih dari pemerintah tentunya  menjadi kekuatan besar yang lebih dari cukup untuk membangun negeri ini secara mandiri “ ujar Amad.

Acara doa bersama yang  juga merupakan rangkaian pembukaan dari proyek pengerukan kanal sepanjang 1.600 kilo meter ini  diharapkan oleh masyarakat dapat meningkatkan produksi  udang dan kesejahteraan mereka.

Masyarakat Bumi Dipasena  berharap Program Revitalisasi Mandiri Bumi Dipasena mendapatkan respons dan keterlibatan pemerintah baik pusat maupun daerah. Sebab, menurut para petambak, membangun kembali Bumi Dipasena adalah kewajiban mutlak pemerintah yang selama ini terabaikan.

Revitalisasi Mandiri Bumi Dipasena telah menjadi program P3UW Lampung yang dikerjakan secara swadaya bersama masyarakat di Kecamatan Rawajitu Timur  sejak September 2013.

Hiingga saat ini  beberapa pencapaian telah berhasil mereka raih,, Antara lain mereka bisa membeli lima unit ekskavator dan ponton , 1 unit greader,  dan perbaikan infrastruktur di beberapa titik di Bumi Dipasena.

Pendanaan revitalisasi mandiri ini sepenuhnya bersumber dari dana masyarakat yang dikumpukan dengan cara menyisihkan Rp 1.000 rupiah per kilogram udang yang mereka panen.

Uang yang dikumpulkan dari sekitar 6.500 kepala keluarga petambak itu totalnya mencapai Rp 16 miliar. Dana itulah yang dipakai petambak membeli lima eskavator dan merevitalisasi tambak.

Dewi Ria Angela/Bambang Satriaji

Loading...