Beranda Ruwa Jurai Lampung Tengah Petani di Lamteng Kesulitan Mendapatkan Pupuk

Petani di Lamteng Kesulitan Mendapatkan Pupuk

360
BERBAGI
Anggota DPRD Lampung Tengah, Rizani Andi Wijaya, saat bertemu dengan para petani Desa Margo Mulyo, Terbanggi Besar, Sabtu (30/1/2021).

TERASLAMPUNG.COM — Para petani di Dusun 2 Desa Margamulyo, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah, mengeluhkan kelangkaan pupuk. Saat usai tanam, para petani kesulitan mendapatkan pupuk. Terutama pupuk urea dan phonska.

Keluhan itu disampaikan sejumlah petani saat dikunjungi anggota Komisi II DPRD Lampung Tengah, Rizani Andi Wijaya, di arel persawahan di Dusun 2 Desa Margamulyo, Kecamatan Terbanggi Besar, Sabtu (30/1/2021).

Berdasarkan hasil dialog dengan para petani, kata Rizani, para petani juga tidak tahu soal distribusi pupuk dan bagaimana cara mendapatkannya.

“Saat ini pemesanan pupuk melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Menurut saya perlu ada perbaikan terkait  data rencana definitif kebutuhan kelompok tani (RDKK),” kata Rizani.

Menurut Rizani, banyak petani masih belum tahu apa itu RDKK. Para petani juga tidak tahu apa saja pupuk yang seharusnya diperolehnya.

“Kalau petani punya RDKK, tahu berapa jatah pupuk, dan jenis pupu apa saja, maka saat memasuki musim tanam, mereka bisa mendapatkan pupuk,” katanya.

Rizani mengatakan, seharusnya setiap anggota kelompok anggota Gapoktan memiliki RDKK.

“Jadi mereka tahu apa saja jatah dan dengan jumlah berapa yang seharusnya mereka peroleh. Pupuk yang mereka peroleh sesuai dengan perencanaan kebutuhan pupuk sebelumnya.  Dan itu berdasarkan luasan areal pertaniannya,” katanya.

Rizani berharpa pada masa mendatang para petani membisa mendapatkan pupuk sesuai dengan kebutuhannya. Untuk itu, kata dia, harus ada koordinasi yang baik antara petani dengan kelomplok tani atau Gapoktan.

“Para petani harus punya RDKK sehingga bisa mendapatkan pupuk sesuai dengan  kebutuhanya. Kalau mereka memegang RDKK, diharapkan tidak ada lagi petani yang kesulitan mendapatkan pupuk,” katanya.

Gunadi, salah satu petani di DesaMargo Mulyo, mengaku mengaku memang ia tidak tahu apa RDKK. Ia juga tidak tahu bagaimana cara untuk mendapatkan pupuk.

“Saya tidak tahu apa saja jatah pupuk yang kami terima. Saat ini kami perlu pupuk, karena usai tanam. Kami harus membeli di mana, kami tidak tahu karena di pasaran tidak ada pupuk,” kata dia.

WS