Beranda News Pertanian Petani Karet Way Kanan Keluhkan Rendahnya Harga Getah Karet

Petani Karet Way Kanan Keluhkan Rendahnya Harga Getah Karet

1330
BERBAGI

Panen Karet Hanya Dinikmati Para Tengkulak

Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan produksi karet di Kampung Bandarsari, Way Kanan kurang maksimal. (Teraslampung.com/Aan Frimadona Rosa)

Aan Frimadona Rosa/Teraslampung.com

WAY KANAN – Sejumlah petani karet di Kecamatan Way Tuba, Kabupaten Way Kanan mengeluhkan turunnya harga getah karet. Harga getah karet kini dalam kisaran Rp 6.300—Rp 6.700. Padahal, sebelumnya bisa mencapai Rp 8.000- Rp9.000 ribu.

Bono, petani karet di Kampung Ramsai, Kecamatan Way Tuba, menuturkan turunnya harga karet di Way Tuba  yang terjadi belakangan ini diakuinya sulit diprediksi. Menurutnya, turunnya harga karet sudah menjadi mekanisme pasar. Para tengkulak  juga turut menentukan harga di pasaran.

“Ongkos menjual karet langsung ke pabriknya membutuhkan banyak biaya. Apalagi, jika jarak antara kebun dengan pabrik karet jauh. Kondisi ini dimanfaatkan para tengkulak. Mereka semaunya sendiri menentukan harga. Mestinya, pemerintah bisa mencari solusi agar kami tidak terus-terusan menjadi korban,” kata Bono kepada Teraslampung.com, Senin (21/7).

Dikatakannya, harga yang merosot pada 2014 ini, menambah daftar panjang kesulitan ekonomi petani karet terlebih harga kebutuhan pokok yang mulai melambung tinggi menjelang lebaran ini.

“Yang lebih memprihatinkan, petani karet di kecamatan yang jarak tempuhnya semakin jauh dari pusat penjualan karet harganya  akan semakin murah.Bahkan bisa sampai Rp 5.000/kg. Tentu saja yang untung para tengkulak. Kami makin susah. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja kami sulit,” kata Bono.

Hal yang sama juga dialami Nandang, petani karet di Kampung Bandar Sari, Kecamatan Way Tuba. ”Anjloknya harga karet jelas sangat mengejutkan kami, karena hampir setahunan belakangan ini harga karet tidak sampai tembus Rp 10.000 per kilo  penurunan harga ini terjadi secara bertahap lalu  menurun drastis sampai saat ini,” kata Nandang.

Penurunan harga karet belakangan ini  yang tidak kunjung berubah bahkan terus turun disebabkan banyak faktor. Antara lain  tingginya curah hujan  dan buruknya sarana transportasi. Curah hujan yang tinggi menyebabkan daya produksi getah karet menurun.

”Kalau dilihat dari situasi, penurunan harga karet saat ini tidak masuk akal. Biasanya harga karet tergantung dolar, saat ini harga dolar cukup bagus, tetapi harga karet anjlok,” ujar Nandang.

Loading...