Petir Lampung dan MPR RI Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

Bagikan/Suka/Tweet:

NATAR, Teraslampung.com — Dewan Pimpinan Pusat Pasukan Elit Inti Rakyat (DPP Petir) Lampung dan MPR – RI menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, di Rumah Makan Sederhana, Natar,Lampung Selatan, Sabtu (17/10).  Acara yang menghadirkan narasumber utama Ketua MPR-RI  Zulkifli Hasan itu dihadiri ratusan anggota Petir Lampung.

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menandaskan Pancasila sebagai Dasar Negara RI, adalah hal yang penting. “Namun yang lebih penting adalah pengamalannya. Dari situ akan bisa diketahui apakah diri kita Pancasilais atau bukan,” ujar Zulkifli Hasan, mantan Menteri Kehutanan ini.

Menurut Zulkifli, Indonesia sebagai negara yang berdaulat adalah rakyat yang memegang kekuasaan tertinggi.  “Rakyat yang menentukan pimpinannya, apakah Bupati, Walikota, Presiden sekalipun. Dan tugas pemimpin adalah melayani rakyat, bukan minta dilayani, bukan sewenang-wenang terhadap rakyat, bukan untuk cari-cari proyek,” tandas Zulkifli.

Zulkifli mengatakan, seorang pemimpin haruslah melakukan perubahah untuk perbaikan rakyatnya. Caranya, turun ke masyarakat dan mendegarkan aspirasi rakyat.

“Akan terjadi penyimpangan jika memilih berdasarkan NPWP (Nomor Piro Wani Piro),” sindirnya.

Ketua Petir Lampung Endang Asnawi mengatakan solialisasi ini  bertujuan memberikan pemahaman tentang Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika kepada anggota Petir Lampung.

“Empat pilar sangat penting bagi negara dan bangsa kita, terlebih implementasinya. Negara ini bisa kuat jika nasionalisme kita utuh,” tegas Endang Asnawi.

Menurut Asnawi, Pancasila sebagai Dasar Negara RI dan pandangan hidup bangsa haruslah diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. UUD 1945 sebagai landasan hukum, digunakan untuk membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat agar mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Di dalam diri dan jiwa Petir Lampung, tertanam sikap untuk mewujudkan bela Negara. Harga mati untuk NKRI . Meskipun berbeda suku, bahasa, adat, agama, dan budaya, maka untuk mengedepankan kesatuan bangsa dan tanah air, terwujudlah ke dalam  Bhineka Tunggal Ika, yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu juga dalan kesatuan NKRI,” kata pria yang akrab disapa Epenk ini.

Asnawi mengatakan, Ormas Petir Lampung memiliki basis massa yang sangat besar dan memiliki anggota yang sangat majemuk, dengan beragam latar belakang suku, bahasa, dan budaya.

“Untuk menanamkan jiwa Nasionalisme kepada tiap-tiap diri anggota Petir Lampung, perlu suatu pemahaman yang sama atas pentingnya keutuhan NKRI melalui implementasi dari Empat Pilar Kebangsaan tersebut. Maka, empat pilar ini tidak harus hanya diketahui saja, tetapi perlu pemahaman yang sama,” katanya.

Pada saat sesi tanya jawab, anggota Petir Lampung pun antusias mengajukan pertanyaan kepada Ketua MPR – RI ini. Sejumlah anggota Petir Lampung Selatan pun menanyakan, terkait para pejabat negara dan petinggi partai yang melakukan korupsi yang tentunya melanggar Empat Pilar Kebangsaan, semakin terkikisnya nilai sosial dan budaya masyarakat Indonesia, sejauhmana efektifitas sosialisasi Empat Pilar, dan bagaimana implementasi Empat Pilar dalam dunia pendidikan yang saat ini berbiaya tinggi.

Tampak hadir dalam acara tersebut, Yusril Hakim sebagai penasehat Petir Lampung, dan Saad Shobari Ketua PAN Lampung, serta sejumlah anggota DPR-RI.