Petualang Asal Australia Terdampar di Pantai Lumpur Bumi Dipasena Lampung

  • Bagikan
Alan Silva, petualang asal Australia, di Rawajitu Utara, Senin (14/3/2016).
Alan Silva, petualang asal Australia, di Rawajitu Utara, Senin (14/3/2016).

RAWAJITU, Teraslampung.com — Ratusan warga Kampung Bumi Dipasena Agung, Kecamatan Rawajitu Timur ,Tulangbawang, Lampung pada Senin (14/3/2016)  kemarin dihebohkan oleh seorang warga asing yang mereka temukan mengayuh perahu kayak di tepi pantai lumpur di ujung desa mereka.

Melihat peristiwa yang tidak biasa,  masyarakat lalu membawa pria asing  tersebut ke kantor desa. Dibantu oleh beberapa orang penerjemah, akhirnya identitas warga asing ini dapat dikenali.

Warga asing tersebut bernama Alan Silva, seorang petualang asal Australia yang sedang melakukan perjalanan dengan perahu dari Singapura menuju Australia dengan menggunakan tenaga manusia dan angin.

Alan mengaku dirinya memang sengaja menepi di pantai lumpur Kampung Bumi Dipasena agung karena tertarik melihat bangunan di tepi pantai tersebut.

Alan sedang melakukan sebuah misi yang ia sebut “Home Alone Expedition 2016” dengan tantangan mengarungi perairan indonesia sejauh 6200 km menggunakan kayak.

Banyak warga kampung yang sebelumnya sempat mengira alan tersesat menjadi terkagum kagum mendengar aksi gila yang sedang dan telah dilakukan oleh warga asing yang berusia 54 tahun tersebut.

Soekismo, Kepala Kampung Bumi Dipasena Agung mengatakan bahwa warga sempat mengira bahwa alan adalah turis yang tersesat ,dan terdampar.

“Warga banyak yang heran dengan apa yang dilakukannya, tapi ini juga jadi sebuah pelajaran bagi kami bahwa hidup ternyata bukan hanya seputar pekerjaan dan uang”katanya.

Soekisno mengaku warga desanya erasa senang sekali setelah mendengar cerita menarik yang disampaikan oleh Alan.

“Bbanyak warga yang mengajak foto bersama hingga menawarkan berbagai bantuan untuk alan agar perjalanannya sampai ditujuan dengan selamat,” katanya,

Alan silva, meninggalkan kampung bumi dipasena dengan dibantu oleh beberapa warga melintasi lumpur karna kondisi air yang surut.

TL-AS

  • Bagikan