Petugas Lapas Sangat Rentan Terpengaruh Jaringan Bisnis Narkoba

  • Bagikan
Barang bukti sabu-sabu. (ilustrasi)

BANDARLAMPUNG, teraslampung.com – Para petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas) sangat rentan terpengaruh jaringan narkoba. Hal itu menjadi tantangan tersendiri mengingat perkembangan kasus peredaran narkoba dari waktu ke waktu  terus meningkat.Penegasan itu disampaikan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Hukum dan Hak Asasi Manusia Agus Toyib pada Senin (13/10/2014).

Menurutnya, dari tingkat hunian Lapas Way Hui, Lampung Selatan, narapidana yang dijebloskan penjara karena narkoba mencapai 40 persen dari 2000-an napi.

“Jadi memang sudah sangat berat pegawai kami mengatasi kasus narkoba di lapas itu, jadi kalau tidak kuat-kuat betul pasti akan terpengaruh, malah lebih bersih ketika mereka belum menjadi pegawai daripada setelah menjadi pegawai,” kata dia.

Untuk itu, setelah adanya kasus pengungkapan keterlibatan pegawai dalam kasus narkoba, ke depan, pihaknya menerapkan tes urine dadakan bagi penghuni dan pegawai lapas guna meminimalkan keterlibatan pegawai dalam kasus peredaran narkoba.

Agus berharap Pemerintah Pusat bisa menambah jumlah pegawai di Lapas untuk pengamanan. Sebab, enam  orang petugas untuk mengawasi ribuan penghuni lapas dinilainya masih sangat kurang.

“Terkait pembinaan secara umum pada petugas sudah kami lakukan. Bahkan, setiap kami berkunjung ke lapas selalu mengingatkan pegawai untuk menjauhi hal-hal yang berbau narkoba karena risikonya sangat berat karena sanksinya adalah diberhentikan dari statusnya sebagai PNS,” kata dia.

Sebelumnya BNN Provinsi Lampung mengungkap kasus penyelundupan narkoba di Lapas Way Hui, Lampung Selatan. Pelaku penyelundupan tidak lain adalah residivis kasus narkoba. Baca: BNNP Lampung Sita 1 Kg Sabu dan 165 Butir Pil Ekstasi Senilai Rp 1 Miliar

Penyelundupan narkoba jenis sabu sudah dilakukan tersangka sebanyak delapan kali dengan total narkoba yang diedarkan sebanyak 1 kilogram. Jumlah itu dikalkulasikan mencapai Rp 1 milyar.

Penyelundupan barang haram itu, setelah dilakukan pengembangan terungkap melibatkan oknum sipir atas nama Anto Riyadi Djunaidi. Dirinya terancam dipecat dari PNS selain saksi hukum kurungan penjara.

Siti Qodratin


Baca Juga: Polda Lampung kembali Ringkus Kurir Narkoba Jaringan Lapas Way Hui

  • Bagikan