Beranda Hukum Kriminal Petugas Polair Polda Lampung Bekuk Nelayan Pengebom Ikan di Perairan Pulau Sebuku

Petugas Polair Polda Lampung Bekuk Nelayan Pengebom Ikan di Perairan Pulau Sebuku

776
BERBAGI
Warga Jalan Teratai, Gang Cempaka 3, Telukbetung Barat, Bandarlampung itu dibekuk polisi berkat adanya laporan masyarakat tentang aktivitas mencari ikan dengan bom di perairan Piulau Sebuku.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Petugas Direktorat Kepolisian Perairan(Ditpolair) Polda Lampung menangkap Sulaeman (30), nelayan bagan congkel, karena melakukan pengeboman ikan di Perairan Pulau Sebuku, Lampung Selatan,  Rabu (31/5/2017) sekitar pukul 05.00 WIB.

“Tersangka tertangkap tangan saat melakukan pengemoman ikan. Dari penangkapan tersangka, petugas menyita barang bukti 11 botol bahan peledak (handak), 10  sumbu detonator, 200 Kg bubuk ampo dan satu unit kapal motor dengan nama lambung KM Setia Budi 2,” kata Direktur Kepolisian Perairan(Ditpolair) Polda Lampung, Kombes Pol Rudi Hermanto, Rabu (31/5/2017).

“Ada laporan bahwa di perairan Pulau Sebuku selama ini masih sering terjadi suara ledakan yang diduga nelayan sedang melakukan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak (bom ikan),” katanya.

Warga Jalan Teratai, Gang Cempaka 3, Telukbetung Barat, Bandarlampung itu dibekuk polisi berkat adanya laporan masyarakat tentang aktivitas mencari ikan dengan bom di perairan Piulau Sebuku.

Dari informasi itu, pihaknya langsung menindaklanjutinya. Petugas Ditpolair Polda Lampung dan BKO Ditpolair Baharkam Mabes Polri, melaksanakan patroli di wilayah perairan Lampung Selatan yang disinyalir tempat nelayan melakukan pengeboman ikan.

“Petugas mendengar adanya suara ledakan, tepatnya di perairan Pulau Sebuku Lampung Selatan dan dilihat ada satu unit Kapal Motor (KM) dengan nama lambung Setia Budi 2,”ungkapnya.

Selanjutnya, kata Rudi, petugas mendekati KM Setia Budi 2 tersebut, yang dinahkodai oleh Sulaeman. Saat itu juga dilakukan penggeledahan, dan hasilnya ditemukan bahan peledak sebanyak 11 botol bom siap ledak, dua botol bom kondisi sudah pecah dan 10 keep subu detonator serta 200 Kg bubuk ampo. Barang bukti bahan peledak tersebut, disembunyikan Sulaeman di bawah dek kapal motor.

“Sulaeman mengaku, bom itu adalah benar miliknya dan tersangka sedang melakukan pengeboman ikan di perairan tersebut. Guna pemeriksaan lebih lanjut, petugas membawa tersangka dan barang bukti ke Mako Ditpolair Polda Lampung,”terangnya.

Dikatakannya, dari hasil pemeriksaan tersangka, bahan peledak seperti bubuk ampo dan sumbu detonator tersebut, didapat Sulaeman dengan cara membeli dari temannya berinisial BA di daerah Kota Karang dan AO di daerah Cungkeng. Tersangka meracik sendiri bahan peledak tersebut, saat berada di Kapal dan langsung dipakai tersangka melakukan pengeboman.

“Tersangka mengaku, baru sekali menggunakan bahan peledak. Namun dilihat dari cara tersangka meraciknya, disinyalir tersangka sudah seringkali menggunakan bahan peledak tersebut,”jelasnya.

Menurutnya, kasus tersebut masih dalam pengembangan petugas, yakni mencari tersangka lain yang menjual bahan peledak tersebut. Karena yang sulit ini adalah sumbu detonatornya, dari mana tersangka mendapatkan sumbu detotanor tersebut.

Menurutnya, kegitan Sulaeman mencari ikan dengan bahan peledak ini, sangatlah dilarang karena merusak terumbu karang dan biota laut lainnya. Akibat perbuatannya, Sulaeman dijerat Pasal 1 ayat (1) Undang-undang darurat No. 12 Tahun 1951 tentang handak, dengan ancaman hukuman pidana penjara 12 tahun.

Loading...