Piala Dunia: Panggung Ironi Inggris Bertemu Kosta Rika

  • Bagikan

Ari Pahala Hutabarat

Pertandingan antara Inggris dan Kosta Rika di Estadio Mineirao, Belo Horizonte, Selasa (24/6/) pukul 23.00 WIB, sudah tidak menentukan lagi. Karena itu, pertemuan ini adalah pemanggungan sebentuk ironi yang dikemas di hadapan ribuan penonton dalam durasi 90 menit, yang mungkin, akan berlangusng sangat menarik.

Mengapa ironi? Pertama tentunya kehadiran dan keajaiban para aktor dari Kosta Rika. Tak ada satupun pengamat atau analis bola di muka bumi ini yang berani memprediksi bahwa Kosta Rika akan mampu melumat tim raksasa sekelas Uruguay dan Italia. Namun hal ini terjadi–Uruguay dilumatnya 3-1 dan Italia diejeknya dengan skor 1-0.

Karena itu ia menjadi ironi, karena sesaat kalkulasi rasionalitas, pembacaan terhadap peta kekuatan dan kelemahan pemain, pengalaman panggung (baca: bertanding) di level tertinggi, dan lain-lain seakan tak berfungsi. Logika sesaat dibangku-cadangkan dan nafsu, gairah, serta kegembiraan laiknya anak lelaki kecil yang bermain di guyuran hujan menjadi aktor utama.

Tak ada gunanya analisis-logis untuk menilai kedua partai awal Kosta Rika tersebut, kecuali bahwa keajaiban telah berjaya dan mengejek setiap pihak yang selalu berusaha melihat segala sesuatunya dalam terang rasionalitas. Namun, bukan berarti kemenangan itu sepenuhnya berada di dalam ‘gelap’ kebetulan-kebetulan, laiknya kehidupan kita sehari-hari.

Ada beberapa indikasi yang bisa dikenali dari Kosta Rika sehingga mereka bisa menang–kekompakan tim, disiplin pertahanan yang apik, distribusi bola-bola yang lancar dari setiap lini–dan dia atas kesemuanya–sikap nothing to lose, semangat bahwa mereka bukanlah tim yang diunggulkan dan karena itu mereka bisa bermain lepas tanpa beban. Dan yang sebaliknya terjadi–Uruguay dan Italia bermain dgn beban, bermain dengan amanah yang terlalu berat mempengaruhi afeksi mereka. Efeknya–kikuk, terburu-buru, terlampau Pede, dan karena itu–kalah!

Ironi kedua afalah Inggris. negara ini mendaku sebagai penemu olahraga dengan jumlah peminat terbesar sedunia. Liganya adalah liga dengan kualitas terbaik di dunia. Semua pemainnya, yang tentu saja biasa manggung di pentas terbaik dunia itu, terbiasa berada dalam atmosfer, singgungan fisik, dan sirkulasi strategi kelas dunia.

Namun apa yang terjadi–dua penampilan awal mereka jauh dari menggembirakan–dikalahkan Itali 2-1 dan bermain imbang dengan Uruguay. Kesimpulan pastinya–mereka terdepak dari Piala Dunia 2014.

Berarti ada yang salah di sini. kata Wayne Rooney, karena mereka bermain terlalu hati-hati, terlalu ‘bersih’. Kata sekian banyak pengamat, karena Roy Hodgson terlalu cari aman, memainkan sepekbola tidak secara gembira dengan anggapan bahwa pertahanan yang baik adalah sebentuk serangan yang baik,  terlampau pragmatik, yang penting menang walaupun dengan skor yang kecil, dll.

Variabel lainnya–ada rumor bahwa persaingan antara klub juga terbawa sampai ke timnas. Namun hasilnya jelas terlihat, para aktor Inggris seperti tak bermain lepas. Pada titik ini, kemampuan teknik akan menyembunyikan diri karena rasa ragu akan membuat otot kaki dan visi menjadi seakan lumpuh.

Karena itu, pertemuan nanti malam akan menarik diikuti. Kita menduga-duga–apakah ironi akan terus berlanjut di Piala Dunia ini. Kosta Rika telah pasti lolos ke putaran kedua. Inggris telah pasti pulang kampung sambil menutup wajah. Berarti pertandingan malam ini adalah pertandingan antara harapan yang tanpa disangka telah terpenuhi melawan harapan yang telah pasti mati. Keduanya telah hilang beban. Keduanya seharusnya bermain dengan perasaan gembira dan tanpa rasa sesal yang tiada guna.

Jika perasaan gembira ini berlangsung, maka sekali lagi rasionalitas diharapkan bisa bekerja, seharusnya Inggris bisa memenangkan pertandingan. Frank Lampard, yang sdh pasti pensiun di Piala Dunia mendatang, kabarnya akan turun gelanggang. Inggris akana menurunkan skuad mudanya, sebagai bagian dari penambahan pengalaman. Gerald akan dibangku-cadangkan. Hodgson akan memberi instruksi tanpa beban. Distribusi bola akan lebih lancar. Inggris akan bermain tak ‘bersih’ dan tanpa sungkan akan menyinggungkan kekuatan stamina dan fisik mereka yg sudah tertempa di Liga Premier ke para aktor Kosta Rika. Gol akan tercipta.

Sekali lagi, kalkulasi rasional tetaplah hanya milik catatan di atas kertas. Kita bisa saja membayangkan Dewi Fortuna belum beranjak meninggalkan Kosta Rika. Mereka akan kembali bermain dengan motivasi meraih poin penuh, mengalahkan tiga tim besar–yang sebelumnya dimimpikan pun oleh mareka tak berani. Operan-operan pendek di tengah untuk lalu dilambungkan ke depan dan dieksekusi secara cepat oleh para penyerang dengan nafsu yang remaja, lalu gol pun tercipta!

Prediksi saya, pertemuan ini akan berlangsung imbang. Kalaupun harus ada yang menang, maka Inggris akan memenangkan pertandingan dengan skor yang tipis saja. Namun sekali lagi, saya takut logika kembali menyembunyikan diri dan misteri akan berjaya kembali. Bravo!

Perkiaan sususan pemain
Kosta Rika: Keylor Navas; Cristian Gamboa, Oscar Duarte, Giancarlo Gonzalez, Michael Umana, Junior Diaz; Bryan Ruiz, Celso Borges, Yeltsin Tejeda, Christian Bolanos; Joel Campbell
Pelatih: Jorge Luis Pinto

Inggris: Ben Foster; Phil Jones, Gary Cahill, Chris Smalling, Luke Shaw; Frank Lampard, Jack Wilshere; James Milner, Ross Barkley, Adam Lallana; Daniel Sturridge
Pelatih: Roy Hodgson

  • Bagikan