Piala Dunia: Prancis akan Atasi Ekuador

  • Bagikan
Ari Pahala Hutabarat

Pada
pukul 3.00 WIB dini hari nanti (Kamis,25 Juni 2014) akan berlangsung pertemuan terakhir di grup E,
yaitu antara Perancis versus Ekuador dan antara Swiss versus Honduras. Pertemuan
antara Prancis melawan Ekuador adalah pertandingan antara pemuncak klasemen
melawan runner-up-nya. Prancis diunggulkan menang ketimbang Ekuador, meskipun
hasil imbang saja sudah mampu membuatnya melenggang ke babak 16 besar. Namun,
sepertinya Prancis enggan meninggalkan momentum yang saat ini seperti berpihak
kepada mereka. Dua kemenangan yang telah mereka raih, dengan melesakkan tujuh
gol ke jala lawan merupakan bukti ketajaman para punggawa Prancis.

Karim
Benzema seperti berdiri di bawah terang bintang. Ia telah melesakkan tiga gol
dan tiga assits. Kekompakan antar-lini untuk mengalirkan bola dengan cepat, dan
penguasaan bola yang spartan akan sulit rasanya dibendung Ekuador. Memang ada
kemungkinan Didier Deschamps, pelatih Perancis, akan mengistirahatkan duo bek
tangguh, raphael Varane dan mamadou Sakho–yang kabarnya tidak dalam kondisi
yang prima.
Kemungkinan
lainnya adalah–Deschamps juga tak menurunkan Paul Pongba dan Patrick Evra,
karena keduanya sudah mandapat kartu kuning satu. Lalu, gelandang tangguh yang
pada dua penampilan sebelumnya memberikan kontribusi yang besar terhadap gerak
dan sirkulasi Perancis, Cabaye, memang sudah dipastikan tak tampil karena
terkena akumulasi kartu kuning. Namun, sekali lagi, besar kemungkinan Deschamps
tak mau berjudi untuk tampil tidak all-out. Sebab jika mereka sampai terpeleset
kalah, maka besar kemungkinan dibabak 16 besar nanti mereka akan langsung
berhedapan dengan Argentina, yang kemungkinan besar menjuarai grup F.
Tapi
yang pasti, Perancis, sekali lagi, tentu tak ingin kehilangan momentum positif
yang tengah memeluk mereka. sebab momentum jarang datang dua kali. Sekali
terlepas, maka akan sangat sulit menghimpunnya kembali. Kontinyuitas
kegembiraan akibat kemenangan dan percaya diri yang konstan tentu mereka
butuhkan untuk menjaga asa menjuarai turnamen ini. di sisi lain, Ekuador tentu
saja tak akan memberi kemenangan dengan cara yang amat mudah ke Perancis.
Ada
kemungkinan mereka akan memulai permainan dengan tempo yang lambat,
menggulirkan bola dari kaki ke kaki di ruang pertahanan, memancing agar para
predator Prancis merengsek ke ruang bermain mereka–untuk kemudian bola
dilambungkan ke depan–melalu skema serangan balik yang cepat dan mematikan.
Jika Prancis terpancing oleh strategi ini, maka bukan tak mungkin juara dunia
tahun 1998 itu akan terjungkal. Tapi saya memprediksi Prancis akan memenangkan
pertandingan ini dengan skor 1-0, 2-1, atau bahkan 2-0. Mudah-mudahan saya benar!
Tim Prancis
Pada
pertemuan yang lain, di jam yang sama namun di tempat yang berbeda, akan
berlangsung pertandingan antara Swiss versus Honduras. Saya mempredikisi swiss
akan memenangkan pertandingan inin dengan skor yang tipis saja. Meskipun jika
pertandingan ini berakhir imbang maka Swiss tetap akan lolos ke babak 16 besar.
Dari
pertemuan Swiss sebelumnya dengan Perancis dapat dibaca pola dan strategi
permainan mereka–yang cenderung mendiastribusikan bola di area tengah lapangan
untuk kemudian menyerang secara cepat melalui pemain sayap atau gelandang
mereka. Taktik ini ternyata menjadi buntu saat mereka bertemu Perancis, karena
perancis dihuni para pemain tengan yang hebat plus para bek yang tangguh dan
penuh disiplin. Akibatnya, mereka kebobolan sampai lima gol–yang juga menjadi
bukti dari rapuhnya pertahanan mereka saat bertemu dengan para gelandang dan
penyerang Perancis yang kreatif dan mempunyai visi pergerakan yang apik. Namun
fakta bahwa pada sepuluh menit terakhir mereka mampu membobol dua gol ke gawang
Prancis juga merupakan sebentuk bukti, bahwa Swiss bukanlah tim semenjana yang
mudah menyerah. Semangat pantang menyerah, yang juga pasti didukung oleh tekad,
kekompakan, dan kekmampuan untuk mengubah gaya permainan dengan cepat macam ini
yang menurut saya akan mampu membuat Honduras kerepotan.Lalu, sekali lagi,
faktor Otmar Hitzfeld sebagai pelatih kelas satu, tentulah akan juga mejadi
nilai tambah bagi Swiss.
Di
babak kualifikasi Piala Dunia ia telah membuktikan hal ini. Dalam masa dua
tahun, 18 kali pertandingan, Swiss hanya menderita satu kali kekalahan. Jika
dihitung pertemuan mereka dengan Prancis kemarin, berarti mereka baru
menderita dua kali kekalahan dalam rentang dua tahun lebih. Fakta-fakta
tersebut adalah bukti ketangguhan disiplin pemain belakang mereka–yang
kemungkinan akan kembali ia kobarkan ke dada masing-masing pemainnya. 
Sekali
lagi, prediksi saya Swiss akan memenangkan pertandingan ini, meski dengan skor
yang tipis saja, atau paling banter selisih satu. dan seandainya pun Swiss
bermain imbang dengan Honduras, mereka masih akan lolos ke fase gugur, asalkan
Ekuador kalah melawan Perancis.

  • Bagikan