Piala Dunia: Tim Oranye akan Ungguli Kosta Rika

  • Bagikan

Ari Pahala Hutabarat*)
 

Pukul 03.00 WIB dini hari nanti akan berlangsung duel ketat di perempat final Piala Dunia 2014, antara Belanda versus Kosta Rika. Ini duel yang seru, karena berhadapan gaya permainan yang khas Eropa melawan kerapatan bermain ala Amerika Tengah.

Belanda saat ini sedang berada di top performanya. Mereka adalah tim yang paling produktif melesakkan gol sejauh ini di Piala Dunia. Gaya bermain Total-Football yang sudah klasik—di mana kemampuan bertahan sekaligus menyerang wajib ada pada diri setiap pemain sejauh ini menemukan buktinya. Tiki-taka Spanyol dibantainya. Gaya ngotot dan skill ala Latino-nya Chilli dibenamkannya. Kemudian, kolektivitas Mexico yang amat solid juga bisa dipatahkannya.

Karena itu, pertemuan mereka kali ini dengan Kosta Rika juga rasa-rasanya akan berhasil mereka menangkan. Kosta Rika adalah tim yang dilahirkan oleh semacam keajaiban. Diapit oleh tiga raksasa—Italia, Inggris, dan Uruguay—tak membuat mereka keok. Bahkan ketiganya terjungkal di hantam oleh sikap nothing-to-loose, kolektivitas, dan kengototan para pemain yang berasal dari negara kecil yang jumlah penduduknya tak sampai 5 juta jiwa itu.

Pinto, pelatih Kosta Rika, berujar bahwa prestasi mereka yang pertama sampai ke fase perempat final ini memang adalah yang pertama, tapi setidaknya ia berharap bukan fase yang terakhir. Kedua tim yang bertanding sudah tahu dan pernah mencicipi gaya kultural permainan masing-masing. Belanda sudah pernah meladeni duo latino—Chilli dan Mexico. Louis Van Gaal mungkin akan kembali memainkan skema 3-5-2 untuk meredam passing-passing pendek Kosta Rika di lapangan tengah.

Skema itu juga efektif untuk menahan sejak awal, di line tengah Kosta Rika, sehingga Arjeen Roben dan Guzman akan lebih leluasa membuka ruang pertahanan Kosta Rika. Kemungkinan lain, Van Gaal juga akan memainkan skema klasik 4-3-3, sehingga sendari awal Van Persie akan sibuk menggulirkan bola dari tengah dan membawanya ke kotak 12 pas Kosta Rika.

Lalu, Kosta Rika juga punya pengalaman bertanding dengan tim yang juga punya dasar kultural yang sama dengan Belanda, yaitu Italia dan Inggris—juga Yunani. Mereka sudah siap untuk diajak adu fisik dan adu lari sebagai ciri khas utama tim-tim Eropa. Organisasi serangan mereka yang rapih plus motivasi sebagai tim ‘kebanyakan’ juga akan membantu motivasi mereka. Ada kemungkinan Pinto akan membuat skema 5-3-2 untuk meredam Belanda yang amat ofensif.

Distribusi bola yang beranjak dari bawah secara perlahan menuju tengah ini juga memungkinkan Bryan Ruiz CS melakukan pola serangan balik yang cepat. Sejauh ini pola tersebut terbukti mampu menjungkalkan tim-tim Eropa yang dihadapinya. Prediksi saya, Belanda akan menang dalam duel ini, meskipun belum tentu selesai dalam waktu normal 90 menit. Kosta Rika sepertinya sudah mencapai klimaks permainan mereka sewaktu berhadapan dengan Yunani di 16 besar kemarin.

Faktor tradisi dan kecakapan visi serta kreativitas para pemain sayap Belanda rasa-rasanya akan lumayan merepotkan pertahanan Kosta Rika. Saya juga percaya bahwa pengalaman untuk bermain di level atas yang dimiliki para pemaian Belanda dan juga faktor Louis van Gaal akan menjadi pembeda yang meyakinkan untuk memenangkan tim Orange. Namun apapun hasilnya—Kosta Rika patut berbangga dengan hasil yang sudah dicapainya. Apalagi jika dibandingkan dengan prestasi Indonesia, negara yang punya jumlah penduduk berpuluh kali lipat banyaknya…wkwkwkwkwk…

*sastraan dan sutradara Teater Komunitas Berkat Yakin (KoBer) Lampung

  • Bagikan