Piala Dunia: “Total Football” Versus Kolektivitas, Tim Oranye akan Menang Tipis

  • Bagikan
Ari Pahala Hutabarat

Pada
pukul 23.00 WIB nanti akan ada suguhan pertandingan yang seru di babak 16 besar
ini, antara Belanda versus Meksico. Duel ini akan mempertemukan dua pola
permainan yang relatif berbeda, yaitu antara model “total Football”-nya Belanda dan “kolektivitas”-nya Meksiko. Karena
itu total-football akan seperti menemukan lawan yang setara di sini.

Total-fotball mensyaratkan
para pemain untuk mampu bertahan sekaligus menyerang, passing-passing yang
akurat, strategi penguasaan bola, dan serangan yang cepat, yang biasanya
dibangun dari para pemain sayap. Pola bermain Belanda yang seperti ini akan
berhadapan langsung dengan model Meksiko yang akan bermain lebih rapat dan
sabar mengolah bola di bawah dan tengah lapangan.
Dengan
memarkir lima bek di bagian bawah, pelatih Meksiko, Herera, tentunya berharap
para striker lawan akan mati kutu, hilang akal, untuk kemudian kelelahan, dan
cuma melesekkan bola-bola gampangan. Selanjutnya, mereka akan melambungkan bola
secara cepat dengan pola serangan balik–langsung ke jantung pertahanan
Belanda.
Jika
para pemain tengah dan bek Belanda, karena keasyikan membantu menyerang,
terlambat untuk kembali ke daerah pertahanannya, maka serangan balik Meksiko akan
mengahncurkan mereka. Tapi, sejauh ini para punggawa De Orange terbukti mampu
melakukan transisi-transisi antar lini secara mulus, sehingga mereka bisa
mengantisipasi serangan balik dan siap jika diajak untuk adu sprint. Tiki-taka Spanyol yang dimainkan tanpa api dibantai oleh Belanda.
Pressing footbal dan kengototatn untuk terus menempel man-to-man marking ala
Chile berhasil pula dipermalukan.
Sikap
Nothing-to-lose ala Australia juga
tumbang. Belanda adalah tim yang paling produktif karena sudah melesakkan 10
gol ke jala lawan. Maka menarik kita tunggu, apakah kelincahan dan visi dari
Arjen Robben, Van Persie, dan Blind cs juga mampu menaklukkan kesolidan serta
kematangan bek Meksiko Rafael Marquez cs yang juga terbukti berhasil meredam bombardir
para predator Brasil di babak penyisihan grup. Belum lagi faktor Ochoa, kiper
Meksiko, yang dimitoskan mempunyai jari enam, karena kedahsyatannya menahan laju
para predator Brasil.
Belanda
kemungkinan memainkan kembali model klasiknya 4-4-3 atau malah 5-3-2, dengan
Robben dipasang sebagai striker bayangan bagi Van Persie. Mereka akan disokong
oleh kelincahan dan kreativitas Wesley Sneijder, De Jong, dan de Guzman di
tengah. Lalu–berkaca dari pertandingan yang sudah-sudah, seandainya Meksiko
mampu mematikan ruang geraknya Robben yang biasa wira-wiri menyisir pinggir
lapangan untuk kemudian bergerak ke arah tengah kotak pinalti lawan, maka bukan
tak mungkin Belanda akan kewalahan dan hilang akal.
Memang
harus diakui Belanda tak bergantung pada satu pemain bintang seperti halnya
Brasil dan Argentina yang terikat pada sosok Neymar atau Lionel Messi. Tapi
harus diakui–peran Robben dan van Persie cukup krusial. Maka pola 5-3-2 dari
Meksiko yang biasa dimainkan coach Herera dirasa sudah tepat.
Kerapatan
lini belakang Meksiko bisa jadi akan cukup menahan laju kedua pemain senior dan
haus gol Holandia tersebut. Apalagi, jika Meksiko menahan bola sejak di lini
tengah dan bukannya di lini bawah, seperti yang dilakukan Chilw. Diasumsikan
kreasi-kreasi pemian Holand akan buntu di lapangan tengah dan Meksiko bisa
melakukan serangan balasan dengan cepat. Menariknya–duel nanti malam juga akan
mempertemukan dua striker yang berasal dari satu klub, MU, yaitu van Persie dan
Chicharito.
Menurut
banyak pengamat, ajang duel nanti malam bisa jadi ajang ‘cari perhatian’ bagi
Chicharito ke Louis van Gaal, pelatih belanda sekarang, yang nantinya akan jadi
pelatih Chicharito di klubnya–Manchester United. Tentulah Chicharito sudah
membocorkan pula gaya dan cara Van Persie, rekan se-klubnya ke pelatih Herera,
sehingga beliau bisa melakukan antisipasi semaksimal mungkin.
Momentum
positif masih lebih lebat bernaung di kubu Belanda. Meskipun banyak diisi
pemain muda, tapi beberapa punggawa alumni Piala Dunia Afrika Selatan  masih menghuni
skuad utama. Keinginan untuk membalas dendam akibat kalah di final PD 2010
tentu amat kuat dan membara di dada mereka. Meksiko pun bergerak di Piala Dunia
ini dengan trend yang juga positif, meskipun tidak gegap-gempita seperti
Belanda.

Semangat,
kolektivitas, dan passing-passing  mereka yang akurat dan cepat tentu menjadi
senjata andalan yang harus diwaspadai tim lawan. Prediksi saya–Belanda akan
menang dalam pertandingan ini– dengan skor yang tipis saja. Meskipun duel akan
berjalan rapat dan alot. Bisa jadi akan terjadi pertambahan waktu.
  • Bagikan