Piala Dunia: Uruguay Bisa Kalahkan Kolombia

  • Bagikan

Ari Pahala Hutabarat

     

Timnas Uruguay

Pada pukul 03.00 WIB, Minggu (29/6), akan bertanding juga duo latino; satu sedang naik daun dan yang satu sedang ‘anjlok’, yakni Kolombia versus Uruguay.

Kolombia sedang naik daun karena terbukti di babak penyisihan Piala Dunia kemarin mereka menjadi tim yang paling produktif mencetak gol–sembilan gol, satu gol lebih banyak ketimbang Prancis dan Belanda.

Jumlah gol yang banyak tersebut mengindikasikan semangat juga naluri menyerang para gelandang atau strikernya yang tinggi, meski tak jadi diperkuat pemain bintangnya yang paling bersinar saat ini, Radamel Falcao. Sebelumnya banyak yang mengatakan bahawa tanpa Falcao, Kolombia akan melempem dan cuma jadi tim penggembira di Piala Dunia. Tapi semua analisa itu tak terbukti. Pelatih Kolombia, Jose Pekerman, ternyata mampu meramu kolektivitas pemain sebagai andalan utama.

Absennya Falcao seketika seakan menjadi kutukan sekaligus berkah. Kolombia kemudian bertanding tanpa harus menyandarkan diri hanya pada satu pemain bintang. Tanggung jawab untuk menang lalu jadi merata ke segenap pemain. Hal inilah yang membuat mereka bermain seperti tanpa beban dan ternyata hasilnya mengejutkan. Mereka mampu menyapu bersih tiga pertandingan di babak 32 besar dan menjadi juara grup C.

Hal yang sebaliknya terjadi pada Uruguay. Mereka sedang turun daun karena Luiz Suarez tiba-tiba menggigit Chiellini dan dilarang tampil 9 laga bersama Uruguay dan dilarang melakoni aktivitas sepak bola (bahkan untuk sekedar masuk ke stadion) dan denda sebesar 1,3 milyar dari FIFA.

Kasus Suarez ini pasti berimbas pada Uruguay. Kualitas serangannya seakan merosot sampai 60 % kadarnya. Karena, saat Suarez belum bermain–Uruguay dibantai tim ‘antah-berantah’ Kosta Rika 3-1. Saat Suarez turun ke lapangan, mereka langsung menang 2-1 lawan Inggris dan Suarez mencetak seluruh gol kemenagan tersebut. karena itu, faktor ketakhadiran Suarez di Uruguay akan membuat pertandingan dini hari nanti menjadi lebih menarik.

Secara tradisi memang Uruguay lebih unggul dan berpengalaman ketimbang Kolombia. Pada Piala Dunia empat tahun lalu mereka berhasil mencapai fase semi-final. Dan enampuluh persen skuad di PD 2010 itu masih memperkuat tim Uruguay yang sekarang, termasuk pelatihnya–Tabarez. para pemainnya tersebar di klub-klub besar Eropa. Penyerangnya haus gol, seperti Edinson Cavani dan Diego Forlan. Namun, tanpa Suarez, Uruguay akan menjalani pertandingan yang sulit melawan Kolombia.

Kemungkinan Kolombia akan kembali memainkan formasi 4-2-3-1 melawan Uruguay dan masih mengandalkan James Rodriguez, punggawa Klub AS Monaco, sebagai penyokong utama striker Guiterez. Skema yang dibuat pekerman di atas mempunyai arti bahwa mereka akan cenderung bertahan, untuk kemudian mengalirkan distribusi bola secara perlahan dengan transisi antara pemain belakang dan tengah yang rapi.

Jika kemudian lapangan tengah dikuasai Uruguay, maka Pekerman akan menginstruksikan para serdadunya untuk menggunakan strategi serangan balik yang cepat dan tajam. Overlap yang dilakukan bek-bek tengah Kolombia sekiranya menjadi pintu awal dari segenap serangan, sekaligus pertahanan yang mengunci ruang gerak predator Uruguay.

Sedangkan Uruguay kemungkinan memainkan pola 4-3-3, dengan Cavani dan Forlan di sisi kiri dan kanan pertahanan Kolombia. Meski sejauh ini duet maut tersebut belum kelihatan khasiatnya, tapi dengan absennya Suarez, kedua bomber yang sangat berpengalamn tersebut pasti akan mati-matian membuktikan diri.

Memang faktor hilangnya Suarez menjadi semacam kelemahan bagi Uruguay, apalagi bila kita berkaca dari pertandingan kemarin di babak penyisihan. Namun, tanpa Suarez, Uruguay bisa saja mendapat hikmah yang mendalam, bahwa kolektivitas dan kesolidan antar-lini adalah senjata utama dan satu-satunya yang bisa mereka mainkan saat ini. Dan jika kolektivitas, juga motivasi untuk membuktikan diri sekaligus ‘balas dendam’ kepada FIFA ini bisa Uruguay mainkan, maka Kolombia akan terjungkal.

Prediksi saya, sekali lagi kalau Uruguay bisa bermain lebih kolektif dan dibumbui nafsu balas-dendam plus tradisi ngotot ala Suku Charrua, maka mereka akan menang atas Kolombia. Soal skor saya tak berani memprediksi. Saya tetap yakin, kuatnya tradisi dan nafsu balas-dendam, pelatih Tabarez yang berpengalaman lagi terbukti cerdas akan membuat Uruguay menang melawan Kolombia. meskipun secara emosional, saya berharap Kolombia yang menang. Bosan juga rasanya selalu menyaksikan tim-tim kelas satu yang merajai Piala Dunia

  • Bagikan