Beranda News Nasional Pidato Kebangsaan Prabowo Dinilai Pakai Data Bohong

Pidato Kebangsaan Prabowo Dinilai Pakai Data Bohong

125
BERBAGI
Calon Presiden RI Prabowo Subianto (kedua kanan) saat menghadiri Sidang Pleno Ijtima' Ulama dan Tokoh Nasional II di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Minggu, 16 September 2018. Peserta Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional II untuk memberikan dukungan kepada calon Presiden dan Wakil Presiden yang telah diputuskan dalam rapat tersebut. TEMPO/Muhammad Hidayat

TERASLAMPUNG.COM — Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, menuding pidato kebangsaan Prabowo bertema Indonesia Menang penuh dengan data bohong. Menurut dia pidato Prabowo hanya membuat khawatir masyarakat.

“Satu hal yang paling mendasar, yang sangat penting, itu adalah berita-berita bohong, data-data yang tidak benar, data-data yang sampah,” kata Ngabalin di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 15 Januari 2019.

Dalam pidatonya Senin malam kemarin, Prabowo mengkritik sejumlah kebijakan pemerintah. Di sektor sosial, menurut dia, pemerintah tidak perhatian pada rakyat karena masih ada warga yang susah makan, miskin, dan banyak menganggur.

Di bidang ekonomi Prabowo menyoroti kebijakan impor beras dan gula yang dilakukan Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat musim panen. Ia menyebut pula kinerja sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang terus merugi dan nyaris bangkrut.

Ali Ngabalin membantah semua tudingan Prabowo. Dia meminta Ketua Umum Partai Gerindra itu menyampaikan data yang benar. Menurutnya, ingin merebut kekuasaan adalah hal yang lumrah sepanjang tapi tidak menyampaikan data yang salah.

“Mau berkuasa itu normal, tapi jangan kebelet menggunakan data-data yang tidak benar, data-data yang bohong, data-data yang hoaks,” tutur Ngabalin tentang pidato kebangsaan Prabowo.

Tempo.co

Loading...