Beranda Teras Berita Pidato Kebudayaan Abdul Hadi W.M. pada Hari Puisi Indonesia

Pidato Kebudayaan Abdul Hadi W.M. pada Hari Puisi Indonesia

34
BERBAGI

Jakarta, Teraslampung.com—Abdul Hadi W.M. direncanakan akan memberi pidato kebudayaan pada perayaan Hari Puisi Indonesia 2014 secara nasional di Jakarta, 16 Juli 2014. Puncak acara peringatan Hari Puisi Indonesia (HPI) ini juga dilaksanakan pengumuman pemenang sayembara buku puisi dan lomba baca puisi.

Hal itu disampaikan ketua panitia HPI sekaligus Ketua Yayasan Panggung Melayu (YPM) Asrizal Nur, Senin (7/7) malam.

Menurut Asrizal Nur, yang juga dikenal penyair dan pembaca puisi multimedia, kegiatan peringatan HPI tahun ini lebih banyak dan antusias masyarakat sastra lebih baik dibanding tahun 2013. “Terutama peserta sayembara buku puisi dan lomba baca puisi, yang diikuti hampir dari seluruh tanah air,” katanya.

Asrizal Nur menjelaskan, panitia menerima 120 judul buku puisi dari penyair Indoensia yang kini tengah diseleksi oleh dewan juri—Sutardji Calzoum Bachri, Abdul Hadi W.M., dan Maman S. Mahayana.

“Sementara peserta lomba baca puisi diukuti 180 peserta, 30 di antaranya dari Jabotabek,” jelas dia.

Pelaksanaan lomba baca puisi, demikian Asrizal, dimulai 12 Juli dan berakhir 15 Juli 2014. Pelaksaan lomba dipusatkan di halaman parkir Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Kemudian 13-16 Juli digelar lomba musikalisasi puisi.

“Pada 16 Juli mulai pukul 23.00 di pelataran parkir dilangsungkan Tadarus Puisi dan Sahur Bersama.

Sedangkan di Teater Ketjil, Rabu (16/7) mulai pukul 23.00 dilaksanakan Parade Baca Puisi I yang menghadirkan para penyair Indonesia. Sebelum Parade Baca Puisi di tempat sama, pengumuman para pemenang dan penyerahan hadiah, serta Pidato Kebudayaan yang rencananya menampilkan penyair dan guru besar Paramadina Abdul Hadi W.M.

“Diharapkan para penyair Indonesia di luar Jakarta akan hadir. Panitia sudah melayangkan surat undangan,” kata Asrizal Nur lagi.

Hari Puisi Indonesia 2014 ini didukung oleh Harian Indo Pos, Yayasan Sagang Riau, Yayasang Panggung Melayu, PKJ TIM, dan Dewan Kesenian Jakarta.(*/isb)