Beranda Kolom Kopi Pagi Pidato Pertama Para Kades di Negeri Rai Munyuk

Pidato Pertama Para Kades di Negeri Rai Munyuk

2252
BERBAGI
Ilustrasi

Oyos Saroso H.N.

Dul Kamprut menang Pilkades karena kelihainnya memainkan uang cukong. Maka, seusai dilantik ia pun menyanpaikan pidato dan berterima kasih kepada para cukong. Kepada cukong kelas paus, kelas buaya, hingga kelas wader Dul Kamprut mengucapkan terima kasih.

“Berkat dukungan bapak-bapak dan ibu-ibu, saya menang Pilkades. Ini tentu tidak lepas dari rida Allah SWT dan dukungan semua rakyat Kampung Gembili Gonyeh….” kata Dul Kamprut.

Hari-hari dan tahun-tahun selanjutnya adalah hari-hari dan tahun-tahun pengabdiaan Dul Kamprut kepada cu…., eh, rakyat.

Ada ratusan kepala kampung baru hasil pilkades serentak seangkatan Dul Kamprut. Penyebab kemenangannya berbeda-beda.

Ada yang menang karena sebab sama dengan Dul Kamprut, ada yang karena rakyat kampungnya asal pilih, ada yang karena rakyat tidak punya pilihan, ada yang karena disukai rakyat lantaran sudah banyak berjasa kepada rakyat, ada yang sangat terkenal karena hobi salaman dan suka takziah, ada pula karena tiada lawan alias melawan kotak kosong.

Agak sedikit berbeda kemenangan yang diraih Mat Kampret dalam Pilkades di Kampung Tambah Legit. Ia menang Pilkades karena uangnya yang tidak berseri alias banyak banget entah dari mana sumbernya. Maka itu, saat pertama kali menceracau karena disorot kamera teve dan diwawancarai wartawan yang keluar dari mulutnya adalah duit melulu.

Para wartawan berebut duit yang dikeluarkan Mat Kampret dari mulutnya. Semua warga Kampung Tambah Legit juga ikut merebut duit yang keluar dari mulut Mat Kampret. Setiap kata yang diucapkan Mat Kampret selalu disertai dengan keluarganya beberapa lembar uang ratusan ribu berwarna merah.

Berbicara selama sepuluh menit dalam sorotan beberapa kamera wartawan televisi dan todongan mikropon, Mat Kampret mengeluarkan uang tak kurang dari Rp60 juta.

Ihwal Kades Mat Kampret mengeluarkan uang dari mulutnya pun menjadi heboh. Kehebohannya melebihi kehebohan kabar Ponari yang bisa konon bisa menyembuhkan segala penyakit hanya dengan air comberan.

Semua stasiun televisi nasional meliputnya. Semua media online juga memberitakannya. Ada pula media online dan koran yang memberi bumbu penyedap dengan menulis bahwa Mat Kampret adalah pribumi — benar-benar pribumi — yang bisa mengeluarkan duit dari mulutnya. Wartawan media gosip pun dalam tempo singkat menasbihkan Mat Kampret sebagai selebritas. Hampir tiap minggu wajah Mat Kampret nongol di acara gosip Singlet.

***

Begitulah.  Pidato pertama usai dilantik sebagai kades, para kades di seantero Negeri Rai Munyuk yang keluar dari mulut para kades sesuai atau mirip dengan hal yang berkaitan dengan sebab-sebab kemenangannya.

Maka itu, yang kasihan adalah warga Kampung Randu Alas. Itu karena kemenangan Pak Gendul Gowang dalam pilkades disebabkan karena ia pandai memanfaatkan angin yang sudah lama ngendon di dalam perut. Tidak jelas benar angin yang dalam bahasa manusia disebut ken*** bisa membuat Pak Gendul Gowang memenangi pilkades.

Karena Pak Gendul menang pilkades berkat ken…, eh. angin, maka sehabis dilantik Pak Bupati dan memberikan kata sambutan di acara syukuran di balai desa, yang keluar dari mulut Pak Gendul adalah angin.

“Duuuuuuuuuuuuutt….. Duuuuuuuuuuut….. Duuuuuuuuuut….”

Begitulah bunyi angin yang keluar dari mulut Pak Gendul saat ia menyampaikan pidato pertama kali sebagai kades.

Bukan angin sembarang angin, tapi angin berbau busuk yang sudah lama ngendon di dalam perut.

“Hoeeeeeeeek….” warga Kampung Randu Alas pun muntah massal.

“Hoooooooeeeeeeeek!”

Ada sepuluh warga Randu alas pingsan karena bau busuk dari mulut Pak Gendul Gowang.

Usai pidato dan mengeluarkan angin Pak Gendul lega. Tetapi ribuan warga Kampung Randu Alas pingsan dibuatnya….

Teraslampungcom |@oyossarosohn