Beranda Politik Pikwakot Bandarlampung, Tiga Orang Ambil Formulir Pendaftaran di DPD Golkar Versi Munas...

Pikwakot Bandarlampung, Tiga Orang Ambil Formulir Pendaftaran di DPD Golkar Versi Munas Ancol

175
BERBAGI
Ketua DPD Golkar Bandarlampung versi Munas Ancol, Azwar Yacub

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Empat hari sejak penjaringan dibuka, tiga bakal calon kepala daerah yang akan ikut pilkada 9 Desember 2015 mendatang sudah mendafarkan diri di DPD II Partai Golkar (PG) Bandarlampung versi Munas Ancol.

“Sudah tiga orang yang mengambil formulir. Ada yang diambil sendiri ada juga yang diambil timnya,”kata ujar Sumarna, Sekretaris DPD II PG Bandarlampung, Minggu (14/6).

Menurutnya,tiga calon yang sudah mengambil formulir tersebut adalah, Badri, Thobroni Harun dan Heriyanto. “Badri dan Heriyanto mengambil sendiri formulirnya, sedangkan Thobroni diwakili oleh Hamami Fauzie, salah satu tim suksesnya,”kata dia.

Sedangkan untuk posisi wakil, lanjutnya baru satu orang yang mengambil formulir, yakni Hengki Amad Zazuli, wakil ketua DPD II PG Bandarlampung.

“Pada Senin (15/6/2015) ada beberapa nama yang rencananya akan mengambil formulir.Ada beberapa nama yang telah memberikan konfirmasi ke kami untuk mengambil formulir,” kata Sumarna.

Mereka yang sudah konfirmasi akan mengambil formulir pendaftaran pada Senin (15/6( antara lain Herman HN, Hartarto Lojaya, Riza Mihardi dan Yusuf Kohar.

DPD II Partai Golkar (PG) Bandarlampung versi Munas Ancol sejak  Rabu (10/6) mulai membuka penjaringan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandarlampung.

Ketua DPD II Partai Golkar (PG) Bandarlampung versi munas Ancol, Azwar Yacub di sekretariat partai tersebut, Selasa (9/6).

Pendaftaran dibuka selama tujuh hari kerja. Menurut Azwar, penjaringan dilaksanakan sesuai petunjuk pelaksana DPP Nomor Juklak-02/Golkar/III/2015, tentang tata cara penetapan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandarlampung.

Selain itu, berdasarkan keputusan DPP Nomor KEP-365/DPP/Golkar/2015, tentang rapat pimpinan nasional untuk menyukseskan pilkada serentak.

“Penjaringan tidak pakai mahar, terbuka untuk umum baik internal maupun eksternal,” kata Azwar.

Ia mengaku rencana penjaringan ini telah dibahas dalam rapat pleno DPD II Golkar Bandarlampung tanggal 2 Juni 2015 yang lalu.

Mekanisme penjaringan, kata dia, dilakukan oleh Kepengurusan Partai Golkar versi Munas Ancol, sebab surat keputusan Kementerian Hukum dan HAM belum dicabut.

Selain itu, Partai Golkar versi Agung Laksono juga yang terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sebagai peserta pemilu. “Atas dasar itu kita laksanakan penjaringan kepala daerah,” ujarnya.

Loading...