Beranda News Pilbup Pilbup Lampura, Pengundian Nomor Urut Paslon Diwarnai Pengusiran Wartawan

Pilbup Lampura, Pengundian Nomor Urut Paslon Diwarnai Pengusiran Wartawan

449
BERBAGI
Suasana memanas antara kalangan wartawan dan pegawai KPU usai insiden 'pengusiran' wartawan dari dalam rapat pleno pengundian nomor urut, Selasa (13/2/2018).

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Insiden ‘pengusiran’ wartawan terjadi dalam rapat pleno pengundian nomor urut pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Lampung Utara (Lampura) yang dilakukan oleh Komisi ‎Pemilihan Umum (KPU Lampura) di Gedung Serba Guna Islamic Center Kotabumi, Selasa pagi (13/2/2018).

Akibatnya, kalangan wartawan ‎sepakat untuk memboikot pelaksanaan pengundian nomor urut tersebut. Insiden ‘pengusiran’ ini bermula saat para kuli tinta yang telah berada di dalam gedung untuk meliput momen pengundian nomor urut ‘diusir’ oleh sejumlah pegawai KPU. Mereka beralasan bahwa ‘pengusiran’ ini dikarenakan adanya protes dari wartawan lainnya yang tidak dapat masuk ke dalam arena.

Padahal sebelumnya, Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Lampura, Kompol Handak ‎Prakarsa Qolbi mempersilakan kalangan wartawan untuk masuk ke dalam arena. Ia meminta kalangan wartawan untuk mencari tempat di dalam gedung supaya tak mengganggu jalannya pengundian.

“Maaf, silakan ke luar dari gedung karena banyak rekan – rekan wartawan yang di luar protes,” kata Meri, Kepala Sub Bagian Teknis KPU, Meri kepada wartawan Teraslampung.com dan wartawan Warta9.com.

Mendapat ‘pengusiran’, Lutfansyah, wartawawan dari media Warta9.com mencoba menjelaskan bahwa kalangan media telah mendapat izin dari pihak kepolisian untuk masuk ke dalam arena. Namun, meski telah diberi penjelasan seperti itu, yang bersangkutan tetap kekeh supaya kalangan media harus ke luar dari arena.

“Kami ini masuk karena sudah diizinkan oleh pak Kabag Ops. Jadi, kenapa harus disuruh ke luar,” tegas Lutfansyah.

‎’Panasnya’ suasana antara wartawan dan pegawai KPU ternyata terjadi juga di depan pintu masuk gedung. Para wartawan protes mengapa tak diizinkan masuk ke dalam gedung tanpa alasan yang jelas. Sementara kapasitas gedung sendiri lebih dari kata cukup untuk menampung kalangan wartawan. Masih banyak ruang yang kosong di dalam gedung dan dipastikan tak akan mengganggu pelaksanaan pengundian nomor.