Beranda Kolom Sepak Pojok Pilgub Lampung, Herman HN Mungkin Tertendang

Pilgub Lampung, Herman HN Mungkin Tertendang

1663
BERBAGI

Oyos Saroso H.N.

Nasib buruk kemungkinan akan menimpa Walikota Herman HN. Peluang Herman untuk diusung PDIP kian menipis, seiring dengan waktu pengumuman calon Gubernur Lampung dari partai moncong putih selalu diundur.

Terakhir, mestinya pada pertengahan Desember 2017 nama calon yang direkomendasikan DPP PDIP sudah diteken Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. Nyatanya hingga akhir Desember 2017 PDIP belum mengeluarkan rekomendasi. Kabarnya, rekomendasi Cagub-Cawagub Lampung yang akan diusung PDI baru akan dipublikasikan pada awal Januari 2018 atau hanya beberapa hari menjelang saat pendaftaran di KPU Lampung.

Mulurnya pengumuman DPP PDIPsetidaknya menyiratkan dua hal. Pertama, DPP PDIP meragukan Herman HN. Kedua, ada perubahan konstelasi politik di DPP PDIP terkait Pilgub Lampung 2018 lantaran adanya ‘permainan’. ‘Permainan’ dilakukan agar Herman tidak maju pada Pilgub Lampung 2018 dan diganti nama lain.

Kabar di sejumlah media online beberapa hari lalu sudah menyiratkan kegeraman Herman HN. Tampaknya Herman sadar bahwa dirinya akan ‘dikerjai’. Ia pun menyebut ada pengkhianat di tubuh PDIP.

Pada 19 Desember 2017 lalu Herman mengatakan, rekomendasi PDIP untuk calon Gubernur Lampung 2018 seharusnya dikeluarkan pada 17 Desember lalu.Tetapi karena ada beberapa pengkhianat di dalam PDIP, pengumuman rekomendasi baru akan dilakukan pada  4 Januari 2018.

“Seharusnya memang kemarin keluarnya, tapi karena ada pengkhianat jadi diundur. Biasalah, namanya juga orang ramai,” katanya.

Saat itu, Herman HN masih percaya diri. Ia masih yakin bahwa rekomendasi DPP PDIP akan jatuh ke tangannya.

“Ya ga apa-apalah mundur. Yang penting kan pasti,” katanya.

Ya, Herman boleh saja yakin dan percaya diri. Namun, apa ‘modalnya’ untuk membuatnya yakin?

Di satu sisi, Herman HN tidak cukup ‘punya tangan’ untuk menjangkau DPP PDIP — terutama Megawati Soekarnoputri– sehingga rekomendasi tetap untuk dirinya.Di sisi lain, layak diduga ada pihak lain di PDIP Lampung maupun DPP PDIP yang ingin mengubah konstelasi dan punya akses langsung ke Megawati.

PDIP itu identik dengan Megawati. Kalau Megawati sudah ‘bertitah’, maka para kader harus melaksanakan. Kalau referensi terkait rekomendasi calon Gubernur Lampung 2018 yang terhidang di meja Megawati sonder mengutamakan Herman HN, maka Herman HN pun akan tertendang.

Kalau itu terjadi, maka tulisan saya terdahulu (Seandainya Pilgub Lampung 2018 Tanpa Ridho Ficardo dan Herman HN) menemukan kebenarannya. Mungkin juga benar ketika saya berkhayal Pilgub Lampung, Isu ‘Kawin Paksa’ – ‘Kawin Sukarela’ di Sela Perburuan Bakal Calon Wakil Gubernur.

Yang paling pasti, hingga 26 Desember 2017 baru Arinal Djunaidi – Chusnania Chalim yang siap melaju dengan perahu menuju Pilgub Lampung 2018. Kemudian disusul Mustafa – Ahmad Jajuli.

Ridho Ficardo belum begitu aman. Namun, ia akan langsung aman dan langsung tancap gas jika rekomendasi DPP PDIP ternyata benar-benar jatuh ke tangannya.

SIMAK JUGA: Pilgub Lampung, Kenapa Herman HN Terburu-buru Mengibarkan Bendera Putih?

BACA: Pilgub Lampung, Sandyakalaning PDIP dan Harakiri