Beranda News Pilgub Lampung Pilgub Lampung, Ini Komentar Cagub-Cawagub Tentang Nomor Urut

Pilgub Lampung, Ini Komentar Cagub-Cawagub Tentang Nomor Urut

278
BERBAGI
Para pasangan calon gubernir-calon wakil gubernur Lampung pada acara pengundian nomor urut di Hotel Novotel Bandarlampung,Selasa malam (13/2/2018).

Dandy Ibrahim | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Setelah pengundian nomor di Ballroom Hotel Novotel Bandarlampung, Selasa malam (13/2/2018), para pasangan calon (paslon)  gubernur dan wakil gubernut Lampung diberikan kesempatan untut berorasi selama lima menit.

Selain berbicara soal rencana atau program yang akan dilaksanakan jika mereka terpilih sebagai cagub-caagub, para paslon juga berkomentar tentang makna nomor urut yang diperolehnya.

Ridho Ficardo yang diberi kesempatan pertama menyampaikan orasi mengatakan ia dan Bachtiar Basri tidak mau berbicara program. Ridho-Bachtiar tidak banyak memaparkan rencana karena ia meyakini sudah menjalankan program pembangunan.

“Saya tidak akan berbicara tentang program. Sebab, program kami sudah berjalan,” kata Ridho.

Giliran Herman HN – Sutono, mereka mengawali sambutan dengan mengacungkan selam dua jari. Berbeda denan Ridho-Bachiar Basri, Herman HN – Sutono memanfaatkan waktu yang diberikan untuk memaparkan program.

“Kami tidak mau berbicara muluk-muluk karena selama walkot sudah banyak kami lakukan. Kalau kami terpilih, nanti mobil-mobil kesehatan (ambulans) akan masuk ke desa-desa. anak warga kurang mampu yang masuk ke perguruan tinggi akan kami gratiskan.Jalan-jalan akan kami perbaiki dalam waktu dua tahun. Keamanan akan kami tingkatkan dengan meniru program yang sudah berjalan di Kota Bandarlampung. Di Bandarlampung ada program bekerja sama dengan kepolisian, yakni tombol panik. Jika ada tindak kriminal, tinggal pencet tombol saja nanti dalam waktu tijuh menit polisi datang,”kata Herman.

“Kami berdua berpengalaman di birokrasi. Kami akan melakukan reformasi birokrasi. Pak Sutono ahli pertanian. Kami akan buat program pertanian agar lLmpung berdaulat dalam sektor pangan,” imbuh Herman.

Saat menyampailan sambutan Arinal Djunaidi mengatakan bersyukur mendapatkan nomor 3.

“Saya bersyukur mendapat nomor 3. Dengan filosifi
n‌ista,masya, utama. Saya bergerak dari bawah terus ke atas.Nomor tiga sebagai simbol keutamaan. Saya bangga berada di sini. Saya anak petani yang bisa nyalon gubernur,” kata Arinal.

Chusnunia Chalim pun menambahkan,”Lampung berjaya bukan jargon, tetapi kesepakatan kami berdua dan para pendukung kami agar lampung benar-benar jaya!”

Giliran Mustafa menyampaikan orasi, ia melakukan kejutan dengan ujaran awalnya,”Kalian bukan lawan saya. Kalian kawan saya!”

“Kalau  saya menang, saya akan membuat masyarakat bahagia, termasuk para calon gubernur!” tegas Mustafa, disambut dengan tepuk tangan para pendukungnya.

Mustafa mengatakan, nomor 4 itu genap. Artinya, kata Mustafa, dirinya dan Ahmad Jajuli akan akan menggenapi program-programnya.

“Kami sudah bangun jalan terpanjang se-Indonesia. Di bidang pendidikan kami sudah bangun universitas. Soal keamanan saya satu-satunya bupati yang ikut ronda,” kata Mustafa.

Terakhir dengan tegas mustafa mendukung pernyataan Kapolda Lampung Irjen Suntana pada acara deklarasi pilkada damai, di Mapolda Lampung, Selasa siang siang tadi.

“Pilkada ini akan baik jika KPU dan Bawaslunya netral! Tidak ada lagi gula – gula dan sembako!” kata Mustafa.

Loading...